Gamping – Sabtu (8/9/2018) pukul 09.00 WIB, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar seminar dan edukasi ke masyarakat tentang kesadaran keamanan data pribadi.
Kampanye Literasi Keamanan Siber (KLiKS) yang dihelat di Conventional Hall Gedung Prof. R. H. A. Soenarjo, SH., Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini diikuti oleh 500 peserta yang berasal dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.
Seminar KLiKS menghadirkan 2 narasumber pakar informasi teknologi yakni Ketua program studi S2 ilmu komputer Universitas Gadjah Mada (UGM), Tri Kuntoro bersama Ketua Badan Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia (UII), Andri Setiawan.
Di awal acara, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan menyampaikan bahwa salah satu tugas BSSN adalah membuat ekosistem yang aman dalam dunia digital dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal keamanan siber dan keamanan informasi di dunia digital.
“Seperti kita ketahui bersama, hidup kita saat ini tidak terlepas dari teknologi informasi. Banyak hal yang kita lakukan bisa menjadi sesuatu yang positif, tetapi kalau kita tidak hati-hati akan menjadi kontra produktif, ” tutur Anton.
Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN menghimbau kepada peserta seminar agar tidak melupakan interaksi sosial. “Seharusnya interaksi sosial juga harus hidup sebagaimana mestinya, jika di dunia nyata orang tidak boleh menghina maka di dunia maya juga demikian, ” tambah Anton.
Menurut data BSSN, terdapat 132 juta pengguna internet (Facebook, Instagram, Twitter) di Indonesia yang menempati peringkat 3 besar di dunia, seharusnya digunakan untuk hal-hal yang positif.
Pemateri KLiKS yang pertama disampaikan Tri Kuntoro. Lektor Kepala di UGM ini membahas tentang pelanggaran dan ancaman privasi di internet, yang mencakup pengumpulan data, pelacakan penggunaan, dan pembagian informasi.
Di sesi kedua, Ketua Badan Sistem Informasi UII memaparkan perihal keamanan siber. “Jangan mengumbar identitas pribadi kita di media sosial, jangan sembarang klik karena akan meninggalkan jejak digital yang merupakan keamanan informasi kita, ” pesan Andri Setiawan kepada peserta KLiKS. (Adnan Nurtjahjo)


