Sleman –Â Â Posko I Kodim 0732 Sleman dan penyelenggaraan latihan telah diresmikan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, ditandai dengan pengguntingan pita dan gladi lapang di halaman Kodim 0732 Sleman, Rabu (11/6).
Gladi yang diikuti personil Kodim 0732 Sleman termasuk para Danramil se-Kabupaten Sleman, Satpol PP, Damkar Kabupaten Sleman, Polres Sleman, BPBD Kabupaten Sleman, juga tim SAR. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain dari Korem 072 Yogyakarta, Dandim 0732 Sleman.
Tujuan latihan Posko itu sendiri untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prosedur hubungaan komandan dan staf, dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan serta komando pengendalian operasi.
Sasaran latihan adalah kualitas komandan Kodim dan staf Kodim 0732 Sleman, kualitas yang diharapkan agar memahami dan mampu melaksanakan prosedur hubungan komandan dan staf sesuai dalam perencanaan operasi, juga agar memahami dan mampu melaksanakan pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat, dalam menghadapi persoalan taktis terutama dalam penanggulangan dan mitigasi bencana.
Demikian disampaikan Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf Bambang Yudi Kustiwa usai peresmian Posko. Lebih lanjut disampaikan bahwa waktu latihan mulai tanggal 11 Juni sampai 13 Juni 2014 di Makodim 0732 Sleman dengan peserta 60 orang, yaang terdiri penyelenggara 35 orang dan pelaku 25 orang.
Sedangkan Sri Purnomo menyampaikan bahwa dengan pelatihan tersebut diharapkan peserta dapat memelihara dan meningkatkan kemampuan anggota Kodim 0732 Sleman dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan komnado pengendali operasi yang mencakup keterpaduan kerjasama dan mengordinasikan semua unsur kelembagaan sehingga terwujut keterpaduan, kesatuan, pengendalian operasi yang efektif, cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, melalui latihan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana erupsi.
“Dengan bencana kita tidak boleh merasa takut dan kawatir secara berlebihan, yang terpenting adalah kita telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi bencana,” kata Sri Purnomo.
Dengan pengetahuan dan ketrampilan tersebut, dapat menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Yang jelas, tambah Sri Purnomo, bahwa peran TNI dalam upaya mitigasi bencana menjadi sangat penting mengingat saat ini, isu lingkungan hidup menjadi prioritas utama yang harus segera ditanggulangi.
Agar memberikan menfaat yaang optimal rencana mitigasi bencana harus tetap memperhatikan dan mangadopsi kearifan lokal dan kondisi demografis masyarakat. Hal tersebut dikarenakan kedua aspek tersebut merupakan faktor penentu dalam keberhasilan upaya pengurangan resiko bencana.
Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga minta agar seluruh peserta gladi lapang agar melaksanakan gladi dengansungguh-sungguh, iklas dan penuh dedikasi demi kepentingan bersama.


