Harumkan Nama Bangsa dengan Mengangkat Budaya Batik

Gamping – Batik adalah sebuah seni tekstil terkenal dari Indonesia. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki desain motif batik masing-masing, begitu pula di Yogyakarta.

Salah satu generasi muda yang menekuni desain motif batik adalah Azzahra Salsabila. Saat ditemui di kediamannya Dusun Keditan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Minggu (23/9/2018), siswi kelas X SMK Negeri 2 Depok, Sleman ini menjadi juara pertama lomba desain motif batik tingkat Provinsi DIY pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Bakat melukisnya memang sudah terlihat sejak sejak Taman Kanak-Kanak dan semakin terasah hingga saat ini. Setelah menjuarai lomba desain motif batik yang diadakan secara internal oleh sekolahnya, pihak sekolah langsung mengarahkan Azzahra untuk maju lomba ke tingkat kota. Alhasil juara 1 se-Kota Yogyakarta pun dia raih. Bahkan juara 1 se-Provinsi DIY juga berhasil disandangnya.

Prestasi Azzahra di bidang seni lukis memang bisa dibilang cukup banyak. Di antaranya adalah juara 1 melukis gerabah tingkat Provinsi DIY yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Juara 1 melukis Mind Map tingkat Provinsi DIY yang digelar oleh Matrik bekerjasama dengan Kedutaan Besar Belanda, serta 2 tahun berturut-turut menyandang juara melukis HUT Kota Yogyakarta.

Hebatnya, siswi peraih 170 trofi kejuaraan melukis dan pernah dibimbing intensif oleh pakar seni batik sekaligus Lektor Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Djandjang Purwo Sedjati ini tak hanya berprestasi di bidang nonakademis saja, tetapi juga memiliki nilai akademis yang bagus di kelasnya dan matematika adalah mata pelajaran yang disukainya.

Meskipun hobinya melukis, ternyata siswi kelahiran Sleman ini bercita-cita menjadi seorang arsitek. Untuk itu Azzahra memilih menempuh pendidikan di jurusan Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan (KGSP) di sekolah yang dikenal dengan nama STM Pembangunan Yogyakarta (STEMBAYO).

“Mohon doanya saja semoga saya diberi kemudahan dalam meraih cita-cita, sembari mengharumkan nama bangsa dengan mengangkat budaya batik menjadi lebih terkenal di dunia,” tutur Azzahra. (Adnan Nurtjahjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: