Sleman – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman untuk belajar pengelolaan berbagai potensi kerajinan, Rabu (11/6) kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Ngawi Eko Rustiyani Budi Sulistyono didampingi Wakil Bupati Ngawi Ana Mursyida Ony Anwar serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Ngawi Sofyan.
“Maksud dan tujuan Dekranasda Ngawi berkunjung ke Kabupaten Sleman ingin berguru atau ngangsu kaweruh, karena Sleman adalah kabupaten yang terkenal dengan banyaknya kerajinan batik dan berbagai olahan makanan serta kerajinan dari plastik,” kata Eko Rustiyani.
Menurut dia, diharapkan nantinya setelah pulang dari belajar di Dekranasda Kabupaten Sleman ini, pihaknya minimal bisa menyamai Kabupaten Sleman dalam berkreasi. “Harapan nantinya Dekranasda Kabupaten Sleman bisa berkunjung ke Dekranasda Kabupaten Ngawi juga,” katanya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Ny Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa Dekranasda Sleman telah melakukan lomba desain batik motif khas Sleman dan diperoleh tujuh motif khas Sleman, di antaranya motif parijoto salak, belud, salakan, parang rusak barong, gajah dan lain-lain.
“Batik di Pasar Beringharjo memang lebih murah dan sangat terjangkau harganya karena itu batik printing. Namun batik di Sleman tidak boleh diprinting, hanya boleh dibatik secara manual dan cap di Sleman oleh orang-orang Sleman, sehingga harganya memang lebih mahal bila dibanding dengan batik printing,” tutur Kustini.
Kustini juga mempersilakan rombongan dari Dekranasda Ngawi untuk meninjau secara langsung di lapangan, baik di kerajinan plastik, kerajinan batik, dan Sentra olahan Salak pondoh.
“Nantinya hasil dari tinjauan lapangan secara langsung ini diharapkan menambah ilmu sebagai bekal dalam berkarya,” katanya.


