PWKS Rekatkan Kerukunan Antar Individu dengan Wayang Kulit

Gamping – Kamis (27/9/2018) pukul 21.00 WIB, Komunitas Pandemen Wayang Kulit Seno Nugroho (PWKS) Korwil Kronggahan menggelar pertunjukkan wayang kulit dalam rangka menyambut hari ulang tahun PWKS Korwil Kronggahan yang ketiga di kediaman Suwardiono Padukuhan Kronggahan II.

Pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Seno Nugroho ini mengambil lakon “Bagong Takon Bapa” dengan bintang tamu Waluyo dan Niken pasangan pelawak dari Nglipar Gunung Kidul.

Sebelum dimulainya pentas wayang kulit, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua PWKS Korwil Kronggahan, Yusep Merdiko Subroto didampingi Sesepuh PWKS, H. Sunjoto. Potongan tumpeng nasi kuning diserahkan kepada Dalang Ki Seno Nugroho sebagai pertanda dimulainya pagelaran wayang kulit.

Pejabat pemerintah Kecamatan Gamping yang hadir yakni Sekcam Gamping, H. Rasyid Ratnadi dan Panit I Binmas Polsek Gamping, Ipda Totok Subaryanto. Sedangkan dari Pemerintah Desa Trihanggo dihadiri oleh Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, didampingi segenap perangkat desanya.  Adapun para wayang maniak dari Korwil Kronggahan yang berjumlah ratusan orang memenuhi kursi yang disediakan panitia.

Dalam sambutannya orang nomor satu di Desa Trihanggo tersebut mengemukakan bahwa wayang kulit bisa dijadikan alat perekat kerukunan antar manusia termasuk orang-orang yang tergabung dalam komunitas PWKS. Wayang kulit merupakan kekayaan nusantara yang lahir dari budaya asli masyarakat Indonesia yang mencintai kesenian.

“Setiap bagian dalam pementasan wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat. Apalagi dari segi isi, cerita pewayangan selalu mengajarkan budi pekerti yang luhur,” ucap Kepala Desa yang akrab dipanggil Momon ini. (Adnan Nurtjahjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: