Bonus Demografi Harus Hasilkan Insan Berkarakter

Bonus demografi akan dialami oleh Indonesia di tahun 2025 hingga 2045. Pada saat itu populasi manusia diperkirakan akan didominasi generasi berusia 14-60 tahun alias usia produktif. Untuk itu penting untuk mempersiapkan generasi sejak saat ini.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun memandang bahwa yang dibutuhkan di masa depan tidak hanya generasi yang pintar semata, melainkan juga generasi yang berkarakter dan berbudaya.

“Pendidikan karakter itu penting. Bagaimana anak-anak bisa menghormati orang tua, memiliki kehidupan sosial yang baik dengan lingkungannya, dan memiliki kemampuan untuk berbagi dengan sesama,” ungkap Sri Muslimatun, Sabtu (6/10), di sela acara Reuni Akbar SDN 2 Mlati, Sendangadi, Mlati, Sleman.

Sekolah menjadi tempat utama dalam pendidikan karakter dan kebudayaan. Saat ini Sekolah Ramah Anak menjadi sebuah keharusan dalam menghasilkan peserta didik yang cerdas sekaligus berbudaya. Memastikan peserta didik aman dari kekerasan fisik maupun verbal pun menjadi sebuah syarat mutlak Sekolah Ramah Anak.

Hak anak-anak sebagai peserta didik yang harus dipenuhi sekolah antara lain hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi, dan hak atas perlindungan. Selain itu sekolah juga harus memastikan setiap anak tumbuh berkembang sesuai harkat dan martabatnya, serta tidak terbatasi ruang gerak dalam berekspresi dan berprestasi.

image_pdfimage_print
Bagikan: