Gamping – Jumat (19/10/2018) pukul 09.00 WIB, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping melaksanakan sosialisasi daftar pemilih dalam rangka melindungi hak pilih Warga Negara Indonesia melalui media radio di Studio Radio Thomson 91.9FM, Banyuraden, Kecamatan Gamping. Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Anggota PPK Gamping Divisi Data, Lena Lailasari Girsang menyampaikan kepada pendengar setia radio Thomson 91.9FM berkenaan dengan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 1 (DPTHP-1).
Ketua PPK Gamping yang juga sebagai Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan informasi dengan dipandu penyiar radio Thomson 91.9FM, Nichella. Disampaikan bahwa di bulan Oktober ini tepatnya sejak tanggal 1 hingga 28 Oktober 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten sleman menyelenggarakan gerakan yang dinamakan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) dengan tujuan untuk menyempurnakan DPTHP-1 secara menyeluruh.
Adnan menuturkan bahwa didalam penyempurnaan DPTHP-1 ini terdapat tiga pekerjaan bagi operator Sistim Informasi Data Pemilih (SIDALIH) yaitu pertama mengeluarkan data pemilih dari DPTHP-1 apabila masih ditemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat (pemilih ganda, pemilih belum berusia 17 tahun saat hari pemungutan suara dan belum menikah, pemilih yang telah meninggal dunia dan lainnya).
“Tugas kedua adalah memperbaiki elemen data pemilih apabila masih ditemukan pemilih yang elemen datanya keliru atau belum lengkap (NIK, NKK, Nama, Jenis Kelamin, Tempat lahir, Tanggal Lair dan alamat). Kemudian yang Ketiga adalah memasukkan data pemilih apabila masih ditemukan pemilih yang belum terdaftar. Untuk itu PPK bersama Panitia Pemungutan Suara memberi ruang akses kepada setiap warga dewasa secara aktif untuk memberikan masukan melalui posko-posko yang ada di setiap desa se-Kecamatan Gamping,” lanjut Adnan.
Di akhir siarannya, Adnan memberikan pernyataan yaitu melalui GMHP ini KPU mempunyai semangat memastikan semua warga negara dewasa dapat menggunakan hak pilihnya sebagai hak yang dijamin konstitusi dan bertekad melahirkan daftar pemilih tetap pemilu 2019 yang bersih dari kegandaan dan bersih dari kecurigaan. (Adnan Nurtjahjo)


