Turi – Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan Festival Desa Budaya 2018 yang dipusatkan di Lapangan Pokoh Wedomartani Ngemplak, Sabtu (27/10/2018) dari pukul 09.00 WIB sampai selesai.
Festival yang diadakan rutin setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda ini, diikuti oleh 12 desa budaya di Kabupaten Sleman.
Festival diadakan selama satu hari dengan setiap desa budaya diberikan waktu 20 menit untuk melakukan pentas. Pentas di sini tidak hanya menampilkan kesenian yang ada di desa budaya tapi juga pameran potensi baik berupa kuliner dan kerajinan tangan di desa budaya tersebut.
Desa Budaya Bangunkerto yang diketuai oleh Suharman juga mengikuti festival dengan mementaskan perpaduan kesenian yang ada, di antaranya dolanan anak, karawitan, ketoprak, bregodo, tari, dan rampak buto. Semuanya kemudian dikemas oleh seniman kondang di Bangunkerto Jontor sehingga menjadi suatu pertunjukan yang bercerita tentang berdirinya Dusun Jurugan.
Sedangkan untuk pameran kuliner Desa Budaya Bangunkerto memamerkan makanan khas olahan salak, seperti keripik, dodol, geplak, stik, dan manisan. Untuk kerajinannya, Desa Budaya Bangunkerto memamerkan lukisan, sangkar burung, kandang ayam, bunga limbah plastik, kain batik parijotho, topeng kayu, baju buto, dan gantungan kunci.
Sebelum dimulai, acara ini dibuka oleh Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Singgih Raharja yang dalam sambutannya ia berharap dengan festival desa budaya ini kebudayaan yang ada di masyarakat bisa ditampilkan.
Pun, cerita-cerita rakyat yang ada bisa dikemas dan dijadikan cerita untuk dipentaskan sehingga tidak hilang dan punah. Di samping itu, ia juga akan menjadikan festival ini sebagai wisata budaya yang bisa dinikmati oleh wisatawan sehingga ke depannya bisa menjadi wisata budaya. (Harman)


