Warga Banyuraden Berbisnis Sembari Jaga Populasi Ikan Gabus

Gamping – Salah satu usaha bidang perikanan yang menjanjikan dengan untung besar yaitu budidaya ikan gabus. Ikan yang biasa disebut ikan kutuk, merupakan ikan predator yang biasa ditemukan di sungai. Ikan dengan bentuk kepala mirip ular ini ternyata memiliki kandungan minyak albumin sangat tinggi, yang dikenal sejak lama memiliki khasiat luar biasa untuk pengobatan. Tak heran, jika nilai jual ikan gabus sangat tinggi, jauh melebihi ikan pada umumnya seperti ikan lele atau ikan nila.

Patut disayangkan, dengan segala keunggulannya itu, konsumsi ikan gabus masih banyak disuplai dari tangkapan alam. Belum banyak pembudidaya ikan yang memilih terjun menekuni budidaya ikan gabus sampai saat ini.

Peluang bisnis tersebutlah yang ditangkap oleh Rohadi, penduduk Padukuhan Dukuh Rt.06/Rw.08, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping. Saat dikunjungi di kediamannya Minggu (4/11/2018) pemuda yang ramah ini menuturkan tentang seluk beluk usaha pembenihan ikan gabus. Keahlian budidaya ikan yang dimiliki ini diperoleh Rohadi dari pembelajaran sendiri (otodidak-red) hingga menjadi wirausahawan di bidang akuakultur yang telah ditekuni sejak tahun 2013 lalu.

Dalam menjalankan usahanya, Rohadi mengoperasikan 29unit kolam beton dengan ukuran kolam seluas 2×1 meter dan 3×1 meter. Kemampuan produksinya berkisar antara 4 ribu sampai  5 ribu ekor setiap bulannya.

Menurut penuturan Rohadi, induk ikan gabus yang dipijahkan berasal dari alam dan pembesaran sendiri. Setiap indukan bisa menghasilkan larva ikan sebanyak 1.250 ekor, sedangkan populasi setiap kolamnya sebanyak 2.500 ekor larva.

“Saat ini produksi benih ikan gabus siap tebar berukuran 4-6 cm berkisar 4ribu–5ribu ekor setiap bulannya dengan harga Rp 800–Rp 1.000 per ekornya,” ucap Rohadi. Benih ukuran 4-6 cm ini apabila dipelihara selama 9–11 bulan menjadi ikan gabus konsumsi berukuran 100–140 gram per ekor atau dalam satu kilogram berisi 7–10 ekor.

Meski telah mampu memproduksi ikan gabus dalam jumlah cukup banyak, namun sampai saat ini Rohadi belum bisa memenuhi kebutuhan ikan gabus konsumsi untuk diolah menjadi obat minyak albumin. Karenanya, potensi bisnis budidaya ikan gabus ke depan disebut Rohadi masih terbuka sangat luas.

Selain berbisnis, Rohadi juga peduli dengan populasi ikan gabus yang ada di alam. Ini ia buktikan dengan berpartisipasi menebar induk ikan gabus di perairan Embung Serut Banyuraden beberapa waktu yang lalu.  (Adnan Nurtjahjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: