Sleman – Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di desa sangat diperlukan, karenanya Kepala Desa agar mendukung program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga di tingkat desa dengan melakukan perencanaan kegiatan dan anggaran melalui APBDes. Â
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, penduduk Indonesia telah mencapai 237,6 juta jiwa dan penduduk DIY berjumlah 3,5 juta jiwa dengan TFR 1,9 LPP 1,04% dan IMR 17.
Satu juta lebih atau 31,2% penduduk DIY berada di Kabupaten Sleman. Sedang hasil pendataan penduduk tahun 2013, jumlah penduduk laki-laki 454.330, perempuan 448.200 jumlah 902.530. Sementara jumlah KK mencapai 273.137, sedang tahapan KS, untuk pra KS 35.099, KS I 52.681,KS II 58.287, KS III 98.552 dan KS III+ 28.518.
Hal tersebut disampaikan Kepala perwakilan BKKBN DIY Dra. Tjondro Rini, M.Kes saat pelaksanaan Lokakarya program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga, di RM Pring Sewu, Selasa (17/6).
Lebih lanjut disampaikan bahwa pencapaian peserta KB aktif terhadap kontrak kinerja Provinsi (KKP) peserta baru sampai dengan bulan April 2014 KKP 14.002 pencapaian 4.815 (34,39%). Pencapaian peserta KB baru terhadap Kontrak Kinerja Provinsi (KKP) peserta aktif sampai dengan April 2014 KKP 107.187 pencapaian 120.448 (100,22%).
Tujuan penyelenggaraan lokakarya adalah untuk mendukung kepala desa agar mampu merencanakan, mengusulkan dan melaksanakan kegiatan dan anggaran melalui APBDes dalam mendukung terlaksananya program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga di tingkat desa.
Peserta dalam lokakarya tersebut para kepala desa baru sebanyak 39 orang, materi dalam lokakarya tersebut peran kepala desa dalam optimalisasi perencanaan program kependudukan KB dan pembangunan keluarga dan penyusunan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga dalam RPJMDes, dengan nara sumber BPPM DIY dan Kepala Bagian Pemdes Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan staf Ahli bupati bidang ekonomi dan keuangan Dra. Sudarningsih, Msi antara lain menyampaikan bahwa sebagai kepala desa diharapkan mampu mendukung terlaksananya program-program yang telah dicanangkan pemerintah pusat.
Termasuk di antaranya dengan menyusun anggaran pendapatan dan belanja desa yang mendukung suksesnya program KB di wilayahnya.
Keterlibatan perangkat desa dalam pengusulan perencanaan kegiatan dan anggaran desa yang mengusung program kependudukan tentunya dapat membantu percepatan program kependudukan dan KB dan pembangunan keluarga KKBPK. Program KB yang dicanangkan oleh pemerintah kabupataen bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.
Rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir mencapai 1,23%. Saat ini Pemkab Sleman masih berupaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.
Keberadaan badan KB, pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sleman sejak taahun 2010 ini, diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja dalam penganggaran program KB di Sleman dengan lebijh baik lagi daripada tahun-tahun sebelumnya.


