Ngaglik – Meski era digitalisasi media sedang kita lalui, namun buku dan media cetak lain tidak serta merta hilang tergusur. Karena kemudahan dalam penggunaannya, buku masih menjadi favorit bagi sebagian orang. Dalam hal ini perpustakaan bagaikan surga kecil bagi para penikmat ilmu pengetahuan.
Demi mempertahankan budaya literasi dan ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa, pada tahun 2014, Pemerintah Desa Sukoharjo bekerjasama dengan Karang Taruna Desa dan Perpusda DIY menggagas dan merintis Perpustakaan “Generasi Sukoharjo Cerdas” bertempat di Balai Desa Sukoharjo.
“Sampai saat ini, kami memiliki 2.559 buku yang terdiri atas buku pelajaran TK dan SD, novel, komik, kebudayaan, psikologi, agama, sejarah, resep masakan dan pengetahuan umum. Dalam satu bulan, rata-rata kami melayani 150 pengunjung, baik baca di tempat maupun yang dibawa pulang,” terang Septika, Petugas Perpustakaan saat ditemui Jumat (11/1/2019).
Jam operasional perpustakaan berlangsung hari Senin-Jumat, antara pukul 09.00-15.00 WIB. Peminjam tinggal mengisi buku registrasi dan menunjukkan kartu identitas. “Semua pelayanan kami berikan secara gratis,” Septika menambahkan.
Adib Makmun, Kepala Perpustakaan menyebutkan program yang pernah dijalankan perpustakaan di antaranya wisata pustaka untuk anak PAUD, TK dan SD, serta bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah Desa Sukoharjo. Selain itu, golbook, berupa perpustakaan keliling dengan menggunakan sepeda mobil yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.
“Untuk pengunjung baca di tempat, kami sediakan fasilitas wifi, ruang ber-AC, dan tempat membaca yang nyaman di dalam maupun di luar ruangan,” pungkasnya. (DHI)


