BPBD Sleman Segera Bentuk Destana Banyuraden Guna Kurangi Risiko Kebencanaan

Gamping – Minggu (20/1/2019) pukul 09.30 WIB, Banyuraden Televisi (BRTV) streaming mengadakan siaran langsung acara talk show bertajuk pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di pelataran Taman Budaya dan Edukasi Embung Serut, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Talk Show BRTV yang digawangi oleh Samasta, salah satu Pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman yakni Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Haenry Dharma Widjaja, dan Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Rini Isdarwati yang didampingi Kepala Desa Banyuraden, Sudarisman.

Acara yang terkenal dengan nama ‘Josh Talk’ ini dipandu oleh Josh Handani sebagai Host yang dibantu segenap personil Rescue Banyuraden. Dengan durasi selama satu jam para narasumber membahas beberapa hal dalam rangka mempersiapkan pembentukan Desa Banyuraden sebagai Desa Tangguh Bencana di bulan Juli 2019 mendatang.

Menurut Haenry, kondisi geografis Kecamatan Gamping, khususnya di wilayah Desa Banyuraden yang rawan bencana angin puting beliung membutuhkan masyarakat setempat yang tangguh dan siap menghadapi bencana karena bencana dapat terjadi kapan saja. Masyarakat yang tangguh bencana adalah masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisir kekuatan yang merusak, mampu mengelola keadaan ketika terjadi bencana, serta jika terkena dampak bencana mampu membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau cepat memulihkan diri secara mandiri.

Selanjutnya, Rini Isdarwati menyampaikan bahwa pembentukan Destana mutlak diperlukan di wilayah Kabupaten Sleman karena masyarakat merupakan penerima dampak langsung dari bencana dan sekaligus sebagai pelaku pertama langsung yang akan merespon bencana di wilayahnya. Destana yang sudah terbentuk sampai saat ini mencapai 45 desa dari 86 desa di Kabupaten Sleman. Di samping itu BPBD Sleman dalam upaya melakukan kesiapsiagaan sudah membentuk sekolah siaga bencana sebanyak 55 sekolah.

“Masyarakat perlu dibekali dalam pengetahuan mengenai pencegahan kebencanaan agar siap dan mampu menghadapi keadaan saat bencana dan pasca bencana,” tutur Rini.

Sebagai orang nomor satu di wilayah Banyuraden, Sudarisman menyebutkan bahwa Pemerintah Desa Banyuraden menyambut baik akan dibentuknya Destana oleh BPBD Sleman di tahun 2019 ini. “Kita sangat optimis karena belum dibentuk Destana saja banyak relawan yang cinta lingkungan, sudah ada embrionya,” sebut Sudarisman.

Di akhir perbincangan, Rini Isdarwati mengutarakan bahwa salah satu tujuan pembentukan Destana adalah meningkatkan kerjasama antara para pemangku kepentingan dalam Pengurangan Risiko Bencana, pihak pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat, dan kelompok-kelompok lainnya yang peduli.

“Pengukuhan desa tangguh bencana ini sangat strategis bagi kita khususnya masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat,” tambahnya. (Adnan Nurtjahjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: