Ngaglik – Selasa (22/1/2019) pukul 14.30 WIB, rintik hujan yang turun tidak menyurutkan semangat para anggota HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) Kabupaten Sleman untuk mengikuti pelatihan memasak olahan singkong yang diselenggarakan di Aula Foodcourt Embung Jetis Suruh.
Menurut Diah Hartati, Ketua HWDI Sleman, kegiatan diselenggarakan oleh HWDI Kabupaten Sleman dengan dukungan dari Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Negara Indonesia.
Sebagai narasumber, hadir Chef Bonny Tello Master of Singkong, memberikan materi dan praktik pembuatan singkong cream soup, singkong goreng rendang, dan capcay singkong.
“Kita harus bisa berusaha, bagaimana peralatan rumah tangga keseharian agar bisa digunakan untuk bisnis. Jadi kita tinggal berpikir untuk membeli singkong dan minyak untuk usaha. Usaha dengan bahan dasar singkong adalah bisnis yang risikonya kecil. Simpan di kulkas, freezer, sealer, bisa disimpan berbulan-bulan. Jika tak punya sealer bisa ditali dengan karet. Agar bagus dilabeli, dicap. Di minimarket, di celler bisa dicampur dengan daging,” jelas Chef Bonny.
Dikatakan Chef Bonny, usaha ini merupakan peluang untuk mendapatkan uang sebab modalnya kecil sementara cara pembuatan tidak sulit.
“Tantangannya ada pada pemilihan singkong yang bagus. Perlu untuk terus mencoba dan pantang menyerah. Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Yang penting ada tekad yang kuat dan ada tindakan riil untuk melangkah,” terang Chef Bonny yang disambut antusias peserta.
Di sela-sela pelatihan, Chef Bonny pun berkesempatan menjawab pertanyaan peserta terkait pemilihan singkong yang baik.
“Bisa ke petani langsung karena membutuhkan singkong yang fresh. Ketika di pasar juga harus pandai memiilih. Dicuwik, jika masih keluar getahnya, berarti masih fresh. Paling bagus saat dapat singkong bagus langsung diolah karena singkong punya sensitivitas tinggi dan mengandung tepung tinggi, jadi mudah rusak. Singkong ganyong disebabkan karena ketuaan atau terlalu banyak kena air,” jelasnya.
Ditemui usai memberikan pelatihan, Chef Bonny Tello mengatakan bahwa alasannya memberikan pelatihan olahan singkong didorong untuk membantu pemerintah dalam kedaulatan pangan. “Agar tidak hanya nasi yang dikonsumsi tapi juga singkong yang mudah didapat dan murah. Dengan banyaknya konsumsi singkong, diharapkan juga memberi dampak positif kepada petani dengan kenaikan harga singkong,” jelasnya lagi. (End)


