Geplak Salak Solusi Hadapi Harga Salak Pondoh yang Terus Merosot

Turi – Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Wonosari, Bangunkerto, Turi melakukan inovasi untuk menyikapi harga salak yang akhir-akhir ini terus merosot.

“Jika musim panen raya harganya di petani berkisar Rp 2.000- Rp 1.500. Hal ini yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat petani salak di Kecamatan Turi, fenomena ini sudah berlangsung kurang lebih tiga empat tahun belakangan ini,” ungkap Suharman selaku Pembina KWT di Dusun Wonosari yang ditemui di kediamannya, Selasa (29/1/2019).

Inovasi yang dijalankan menurut Harman adalah melalui pembuatan geplak salak. Pembuatan geplak salak ini dilakukan setiap 3 hari sekali oleh KWT Dusun Wonosari.

Proses pembuatan bertempat di rumah Ketua Kelompok KWT yaitu Maryani.

Maryani mengatakan, buah salak pondoh setelah diubah menjadi geplak salak bisa memiliki nilai jual yang cukup tinggi sehingga sangat membantu petani salak dalam menyikapi anjloknya harga salak pondoh.

“Petani salak pondoh tidak terlalu khawatir karena bahan baku yang melimpah dan semua ada sehingga tidak perlu membeli,” ujar Maryani.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat geplak salak adalah buah salak, kelapa muda, dan gula pasir. Semua bahan direbus menjadi satu dan diaduk terus-menerus hingga kering.

Pembuatan geplak ini dilakukan masih secara manual sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang cukup lama.

Jika proses pembuatan dilakukan dengan benar, Maryani menyampaikan bahwa geplak salak bisa bertahan hingga tiga bulan.

“Untuk pemasaran produk ini sangat mudah, selain menerima pesanan secara online juga disetorkan ke desa wisata yang ada di kecamatan Turi dan harganya pun bervariasi tergantung jumlah pesanan dan jarak kirimnya. Sedangkan untuk harga di tempat dibandrol Rp 60 ribu per kilonya,” tutur Maryani. Selain bisa didapatkan di kediamannya, tercatat Desa Wisata Pulesari dan Desa Wisata Ploso Kuning, keduanya di Kecamatan Turi, yang juga sudah memasarkan produk ini.

Maryani berharap dengan rutinnya produksi geplak salak di KWT Dusun Wonosari ini, bisa menambah perekonomian masyarakat. “Diharapkan pemerintah bisa memberikan bantuan baik berupa modal maupun peralatan yang modern sehingga hasil produksi geplak salak akan lebih bagus dan juga banyak sehingga petani salak pondoh ekonominya benar-benar dapat meningkat,” imbuhnya. (Harman)

image_pdfimage_print
Bagikan: