Ngaglik – Sebanyak 30 orang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi Dusun Jetissuruh, Donoharjo, Ngaglik mengikuti pelatihan pembuatan kopi biji salak pada Rabu (29/1/2019). Kegiatan yang digelar oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menghadirkan Yoga seorang wiraswastawan muda pemilik Kedai Kopi Mika yang berada di Jalan Damai, Mudal, Sariharjo, Ngaglik.
Dalam pengantarnya Yoga mengatakan bahwa selama ini salak yang dimanfaatkan baru sebatas daging buahnya saja, selain dimakan langsung juga bisa diolah menjadi berbagai camilan misalnya manisan, asinan, geplak, setup, dodol, kripik, sari buah salak dan masih banyak lagi. “Akan tetapi biji salak hanya dibuang begitu saja karena dianggap sebagai limbah atau sampah,” kata Yoga.
Yoga menambahkan, tidak selamanya limbah atau sampah tidak bisa dimanfaatkan. “Semaksimal mungkin semua bahan bisa dipakai kembali contohnya pengolahan biji salak menjadi kopi hitam. Ini adalah inovasi untuk meminimalkan bahan yang terbuang,” lanjutnya.
Yoga memaparkan bahwa pembuatan kopi biji salak diawali dengan mencuci biji salak yang sudah tua sampai benar-benar bersih, kemudian dipotong kecil-kecil dan dikeringkan sampai kadar air kira-kira 12%. Proses selanjutnya, biji salak disangrai yaitu digoreng tanpa menggunakan minyak selama kurang lebih 20 menit dengan api sedang.
“Kunci dari kelezatan kopi biji salak ini adalah pada proses sangrai, harus matang sempurna, jangan sampai gosong karena rasanya akan pahit, kalau kurang matang pada saat masuk grinder atau alat penggiling tidak bisa dipecah jadi hasilnya tidak halus sehingga akan meninggalkan ampas yang terlalu banyak. Kalau sudah dihasilkan bubuk biji salak yang halus, kopi sudah bisa diseduh,” terang Yoga.
Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan cara pengemasan kopi biji salak yaitu dengan kemasan alumunium foil dan pemberian label.
Di akhir acara, Suwantini selaku Ketua KWT Arimbi menyambut gembira dengan diadakan pelatihan ini, selain anggota bertambah wawasan, kopi biji salak dapat dijadikan produk unggulan Padukuhan Jetis Suruh sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan anggota KWT. (Up W)


