Gamping – Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ‘Sembada’ yang akrab disebut OPS Sembada Sleman dan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi banding operator Dapodik Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (30/1/2019). Rombongan dari Wonosobo ini merupakan anggota Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan operator Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berjumlah 50 orang.
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI), Suroso diterima oleh Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman, Eko Haryono dan Ketua OPS Sembada, Hery Setiawan di Aula Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman.
Dpandu oleh anggota OPS Sembada Eny Susilowati dan Laili Murdiyati, acara ini diawali dengan sambutan dari Eko Haryono yang menyampaikan tentang penggunaan Aplikasi Dapodik Online atau Dapodik Offline sepenuhnya diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan. Jika satuan pendidikan berada pada daerah dengan koneksi internet yang dirasa cukup baik dan dapat selalu online, disarankan menggunakan Dapodik Online, tetapi jika berada pada daerah yang koneksi internetnya dirasa kurang baik, maka dapat menggunakan Dapodik Offline.
“Dapodik Online tidak memerlukan instalasi ke personal computer atau laptop, tidak perlu sinkronisasi jika ingin mengirimkan data dan dapat digunakan di perangkat Personal Computer atau Laptop, Tablet dan Smartphone dengan beragam Operating System yang memiliki browser modern,” ujar Eko.
Sasaran pendataan para operator pendidikan atau yang akrab disebut pendekar data adalah terwujudnya pendataan pendidikan yang akurat dan tersinkronisasi. “Semakin baik datanya maka semakin banyak Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang terserap,” tambah Kabid yang humoris ini.
Adapun realisasi pendataan secara manual yang tercatat di Kabupaten Sleman yaitu Taman Kanak-Kanak (TK) sebanyak 502 lembaga, Kelompok Belajar (KB) sebanyak 243 lembaga, Tempat Penitipan Anak (TPA) sebanyak 78 lembaga dan Pos PAUD sebanyak 278 lembaga. Sedangkan yang terakriditasi TK sebanyak 493 lembaga, KB sebanyak 214, TPA sebanyak 24 lembaga dan Pos PAUD sebanyak 192 lembaga.
Eko Haryono mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik se-kabupaten Sleman sebanyak 45.610 orang. Jika dikaitkan dengan Dana BOP maka anggaran yang diajukan oleh Dikpora Sleman kurang lebih sejumlah 27 miliar.
Sedangkan permasalahan yang dihadapi para pendekar data ini antara lain sumberdaya manusia, akses jaringan internet seperti penggunaan modem maupun local area network, serta sarana yang digunakan yakni laptop atau personal computer. “Kunci keberhasilan pendataan OPS Sembada adalah manajemen yang diterapkan secara kekeluargaan. Kekeluargaan menjadi sebuah roh atau nyawa,” tambah Eko mengakhiri sambutannya.
Selanjutnya, Suroso yang juga sebagai penilik PAUD membeberkan bahwa di kabupaten Wonosobo terdapat 3 TK yang bersatus negeri dan TK swasta sebanyak 482 lembaga. Suroso mengharapkan selepas studi banding di OPS Sembada ini akan meningkatkan wawasan dan keterampilan para operator pendidikan yang menjadi binaannya.
Acara ditutup dengan pemberian cinderamata dari operator PAUD Kabupaten Wonosobo kepada OPS Sembada yang diterima oleh Eko Haryono dilanjutkan foto bersama untuk menjalin keakraban antar operator pendidikan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Kec. Gamping)


