Memotret Potensi Masyarakat melalui Berita dan Foto

Ngaglik – Selain kompleksitas permasalahan, kehidupan sehari-hari juga menawarkan beragam potensi sebagai antitesis atas berbagai tantangan yang muncul. Hal inilah yang kemudian menginspirasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kecamatan Ngaglik untuk bertemu dan berkoordinasi dalam tajuk “Diskusi Bareng Memotret Pesona Ngaglik melalui Foto Dan Berita”, Jumat (1/2/2019) mulai pukul 20.00 WIB, di Waroeng Mbelik, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Suripto, Ketua KIM Ngaglik menyatakan bahwa Ngaglik mempunyai potensi daerah yang layak untuk diberitakan kepada khalayak. “Potensi Embung Jetis Suruh dengan segala jenis kegiatannya mulai terangkat seiring pemberitaan dari pewarta yang kemudian dimuat oleh Media Center Sleman. Bukan tidak mungkin, dengan beberapa inovasi yang berkelanjutan, embung ini tidak hanya menarik minat warga lokal tapi juga warga internasional seperti yang terjadi dengan beberapa tempat di kawasan Yogyakarta lainnya,” terangnya membuka diskusi.

Agastya, pembicara kunci yang mewakili Dinas Kominfo Sleman sebagai instansi yang memayungi eksistensi KIM menambahkan bahwa filosofi “Potensi” sejatinya tidak hanya menyangkut tentang bentang alam suatu daerah saja, potensi juga bisa diartikan sebagai nilai positif yang ada di masyarakat baik dalam bidang kebudayaan, kepemudaan, keagamaan, ataupun dalam sendi-sendi kehidupan lainnya.

“Meski beberapa waktu terakhir halaman website MC Sleman dijejali berita dari wilayah Ngaglik, namun dalam koridor yang baik kami mengapresiasi upaya teman-teman yang cukup variatif mengangkat berita, baik dari segi bidangnya maupun keragaman orang yang mengirim. Preseden baik yang sepatutnya dipertahankan dan dicontoh oleh semua yang tergabung dalam KIM di manapun,” ujar pria yang juga akrab di panggil Agas ini.

Suparno, pewarta dari Desa Sinduharjo menyatakan keberlanjutan adalah satu hal penting dalam pemberitaan baik dalam bentuk media cetak maupun media online. “Sebelum KIM terbentuk, di Ngaglik pernah terbit buletin 3 bulanan, namun sayangnya hanya bertahan sampai 3 edisi dan hingga sekarang tidak terdengar lagi gaungnya,” ujar Suparno.

Menyambung hal tersebut, Bambang Etri Sutejo, Kasie Kesmas Kecamatan Ngaglik berpendapat bahwa dalam jangka panjang keberlanjutan organisasi tidak terlepas dari ada tidaknya dana bagi operasional program. Oleh karena itu, beliau berharap kepada pihak-pihak terkait untuk saling bersinergi saling menopang, apalagi yang diberitakan adalah hal baik, bukan hoax, positif, dan inspiratif.

“Selain dari donatur, KIM sebenarnya dapat mengajukan usul melalui Musrembangkec di tingkat kecamatan untuk penganggaran tahun depan. Untuk tingkat Kabupaten, peran Dinas Kominfo sebagai pengawal usulan tentang KIM barangkali dapat selalu diupayakan demi kemajuan kita bersama,” tungkas Bambang. (DHI)

image_pdfimage_print
Bagikan: