Budaya Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Ngaglik – Lenggak-lenggok gemulai kelompok Tari Angguk Lentur Padukuhan Bakalan menyambut kehadiran rombongan Kusiyah Sri Purnomo beserta rombongan Tim Juri Lomba Desa Unggulan 2019 di Area Embung Jetis Suruh, Rabu (20/2/2019). Salah satu aspek yang dinilai dalam Evaluasi Lomba Desa Unggulan 2019 adalah tentang seni dan budaya.

Menurut Sumaryana, Pamong Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman sebagai salah satu tim juri, seni dan budaya perlu dinilai untuk melihat sejauh mana nilai dan budaya dilestarikan di masyarakat. Secara detail, ada tiga kategori keberhasilan tentang seni dan budaya. Pertama, PNB atau Penanaman Nilai-Nilai Budaya, kedua PWB yaitu Pelestarian Warisan Budaya, dan ketiga PSB Potensi Seni Budaya.

Penanaman nilai-nilai budaya mencakup nilai-nilai yang berkembang di masyarakat seperti neloni, mitoni, tedhak siten, tetesan, yang berkaitan dengan masyarakat seperti wiwit, nyadran, kenduri.

Pelestarian Nilai Budaya berupa kegiatan pembuatan data dinding atas kegiatan adat dan budaya yang ada di masyarakat. Apa saja kegiatan adat dan budaya yang ada di desa, ada di padukuhan mana saja, berdiri sejak kapan, dan berapa jumlah anggotanya.

“Adapun potensi seni dan budaya adalah apa saja kelompok kelompok seni, sanggar sanggar tari, kegiatan kegiatan latihan seperti Jatilan, ketoprak dan data data pementasan,” demikian dijelaskan Sumaryana dalam bincang-bincang saat melakukan Evaluasi Desa Unggulan.

Sudarmin, Ketua Paguyuban Ketoprak Mataram Dono Budoyo Donoharjo, menjelaskan bahwa Paguyuban Ketoprak Donoharjo sudah merencanakan untuk melakukan pentas secara rutin. Diawali dengan pentas pada acara Festival Merapi tanggal 22 Desember 2018 di Area Embung Jetis Suruh, kemudian tanggal 5 Januari 2019 pentas Ketoprak Dono Budoyo di Balai Desa Donoharjo dan tanggal 22 Februari nanti akan pentas bertempat di Padukuhan Donolayan. Paguyuban Ketoprak juga sudah terdaftar dan mendapat NIK dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Sudarmin berharap, semoga upaya melestarikan warisan budaya bisa membawa seluruh masyarakat Donoharjo ke arah persatuan dan kesatuan. “Budaya sebagai alat pemersatu bangsa,” katanya menjelaskan tentang moto Paguyuban Ketoprak Donoharjo. (End)

image_pdfimage_print
Bagikan: