Ngaglik – Kebudayaan sebagai hasil cipta rasa karsa manusia memegang peranan penting bagi terbentuknya karakter adiluhung sebuah bangsa.
Jauh dari kemewahan, Jumat (22/2/2019) Paguyuban Ketoprak Mataram Dono Budoyo menggelar pementasan dengan lakon Kamandoko Adu Jago, Lutung Kasarung di Dusun Donolayan, Donoharjo, Ngaglik.
“Pementasan ini diadakan dalam rangka Gelar Budaya Desa Donoharjo dengan dukungan dari Pemerintah Desa, Karang Taruna, Warga Masyarakat dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman,” buka Sudarmin, Ketua Paguyuban.
Sebanyak 60 orang pemain dan penabuh gamelan dari seluruh penjuru Ngaglik terlibat dalam pertunjukan berdurasi 5,5 jam tersebut.
“Tidak ada yang dibayar, hanya sebatas konsumsi dan transport dengan nilai yang tidak seberapa. Semangat untuk berekspresi, menyuguhkan hiburan sekaligus menyisipkan pesan moral kepada khalayak menjadi dasar pijakan utama bagi kami semua,” imbuh Sudarmin.
Marjiyo selaku sutradara pementasan menilai cerita yang sudah banyak diketahui khalayak ini cukup lengkap memotret seluk beluk kehidupan manusia. Dibalik roman percintaan Kamandaka dan Cipta Rasa, terselip potret tentang keteguhan hati, pertarungan ego dan heroisme yang dibalut indah dalam sebuah seni peran berseting kerajaan Pajajaran.
“Meski latihan sudah dilakukan berkali-kali, namun suasana pementasan tidak selalu dapat diprediksi. Kepekaan pemain dalam improvisasi sangat diperlukan agar esensi dan alur cerita tetap dapat ditangkap oleh penonton,” tutup Marjiyo. (DHI)


