Sleman Emergency Service (SES) Semakin Tanggap Layani Masyarakat

Sleman- Sleman Emergency Service (SES) yang di tahun ini telah memasuki tahun ketiga, semakin tanggap tingkatkan pelayanan untuk masyarakat Sleman.

Dina Riyadi Agung Nugroho, Koordinator Sleman Emergency Services (SES) yang ditemui Jumat (29/2/2019) menjelaskan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman pada 24 Desember 2016 mulai menginisiasi akses cepat menolong masyarakat yang sakit dengan kriteria emergency menggunakan mobil ambulans di rumah sakit wilayah Sleman dengan nama Sleman Emergency Services (SES) ini.

Awalnya, program SES masih berupa layanan call center yang bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dan seluruh puskesmas di Sleman. Apabila ada kejadian emergency di daerah Sleman SES akan meneleponkan layanan kesehatan terdekat dari lokasi pasien.

Dina mengutarakan, di tahun 2018, respon masyarakat yang cukup baik. Hal ini kemudian mendorong Dinkes Sleman merekrut beberapa karyawan dan menambah satu buah mobil ambulans untuk memaksimalkan pelayanan. Puncaknya, pada 21 Januari 2018 SES mulai melakukan penjemputan sendiri dengan jarak menuju lokasi penjemputan kurang dari 20 km.

“Apabila lokasi pasien melebihi jarak tersebut maka petugas SES akan menghubungi rumah sakit atau puskesmas terdekat dengan lokasi pasien dan memberikan laporan kondisi pasien, alamat penjemputan SES, nomor telepon yang dapat dihubungi untuk konfirmasi lebih lanjut sehingga pasien yang nantinya akan dijemput dengan ambulans mendapat waktu respon yang lebih cepat dari layanan tersebut,” jabar Dina.

Syarat untuk mendapat pelayanan SES disampaikan Dina yaitu sakit yang bersifat emergency seperti kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, penyakit jantung atau penyakit kronis yang membutuhkan ambulans.

“Tidak termasuk kriteria emergency jika pasien meminta untuk kontrol kesehatan. Pasien yang tidak gawat darurat tetapi tidak dapat naik mobil pribadi atau lainnya, nantinya SES akan menyarankan untuk memakai layanan ambulans swasta,” ujar Dina.

Erwin Septianggoro, anggota SES nemambahkan, hingga saat ini SES sudah menangani 20 hingga 25 kasus.

“Masyarakat Sleman itu bisa sepenuhnya terbantu dengan adanya SES karena SES itu adalah Sleman Emergency Services yang jadi prioritas, walaupun bisa dicover sama Unit Gawat Darurat (UGD) mudah-mudahan kalau ada SES itu lebih terbantu, tingkat cedera maupun kematian akibat kecelakaan berkurang, dan home emergency mengenai tingkat kematian di rumah mudah-mudahan juga berkurang dan semoga juga ke depannya penelepon tidak dikenai biaya saat menelepon SES,” harap Erwin.

SES dilengkapi dengan call center yang beroperasi 24 jam. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ini dapat menghubungi call center (0274) 8609000. (Rep Rara)

image_pdfimage_print
Bagikan: