Sampah Bukan Musuh bagi Masyarakat Berbah

Sampah yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat umum, dianggap sebagai angin segar bagi masyarakat di Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Anggapan tersebut dibuktikan dengan aktifnya kelompok-kelompok pecinta lingkungan yang merangkul masyarakat Berbah agar peduli dengan keberadaan sampah.

Kusnadi Priyono, Ketua Forum Lingkungan Hidup (FLH) mengatakan FLH membawahi empat desa yang masing-masing desa memiliki Kelompok Kerja (Pokja) sendiri-sendiri. Setiap Pokja membawahi bank sampah dan kelompok pengelola sampah. Kusnadi menyatakan aktifnya kelompok-kelompok ini dapat menambah kesadaran masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah.

“Harapannya masyarakat lebih peduli lingkungan. Sampah tidak harus dimusuhi, harus mengelolanya karena ada nilai ekonominya dan banyak segi yang bisa kita ambil dan pelajari.  Sosialisasi, pendampingan ke warga, mendirikan kelompok-kelompok baru agar bertambah banyak kelompok pengelola sampahnya,” ujar Kusnadi, saat ditemui Jumat (8/3/2019) usai Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Setiap desa di Kecamatan Berbah memiliki bank sampah yang menampung sampah-sampah rumah tangga dari masyarakat. Sampah yang terkumpul akan dipisahkan antara sampah organik dan anorganik oleh anggota bank sampah. Berdasarkan pengelompokannya sampah akan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos bagi sampah organik dan kerajinan tangan bagi sampah anorganik.

Selain itu, sampah juga bisa diuangkan dengan menjual sampah anorganik sebelum atau sesudah pengolahan maupun sampah organik yang telah menjadi kompos. Uang tersebut dapat diambil sewaktu-waktu oleh warga yang bersangkutan ketika durasi pengumpulan sampah sudah mencapai satu tahun. 

Bukan hanya bank sampah, kelompok pecinta lingkungan yang menaunginya yaitu Forum Lingkungan Hidup (FLH) juga turut andil dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Masyarakat diberi edukasi berupa sosialisasi maupun pelatihan pengenalan terhadap sampah agar bijak dalam memanfaatkan sampah di kehidupan. Selain itu edukasi bertujuan sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. 

Sempat diwawancarai dalam kesempatan yang sama, Tridarwati, Ketua Bank Sampah Sedyo Luhur Kranggan 1 Jogotirto mengatakan bahwa sampah Berbah berkurang dengan hidupnya pencinta lingkungan di Kecamatan Berbah salah satunya FLH.

“Sampah akan menjadi masalah besar apabila penanganannya kurang tepat. Akan tetapi akan menjadi sahabat bagi masyarakat apabila penanganannya cukup baik,” beber Tridarwati.

Sementara itu, Camat Berbah, Wildan Solichin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan FLH Kecamatan Berbah ini.

“Kami akan bersama-sama mengembangkan forum ini menjadi virus kebaikan untuk pengelolaan dan mengelola sampah secara bersama. Dari masyarakat Berbah maupun luar Berbah untuk membangkitkan kepedulian terhadap sampah di Kecamatan Berbah. Teman-teman dari FLH Berbah bekerjasama dengan Komunitas Pungut sampah kalau tidak salah. Itu sangat bagus untuk menginisiasi kelompok-kelompok pemuda kami di Kecamatan Berbah ini. FLH ini sudah lama Alhamdulillah eksis.Tokoh-tokohnya selalu melibatkan diri dalam event,” jelas Wildan.

Wildan mengatakan, empati masyarakat yang begitu positif dalam kepeduliannya terhadap lingkungan, dibuktikan dengan antusiasme masyarakat mengikuti program-program yang diadakan oleh kelompok-kelompok pecinta lingkungan.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh salah satu pemuda desa di Kecamatan berbah yang optimis dengan peningkatan kebersihan di lingkungan nya.

“Kalau di desaku ke depan, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sepertinya akan terus meningkat. Sejauh ini sudah cukup bersih dan teratasi untuk masalah sampah. Minimal sampah bekas nya sudah bisa dikelola. Walaupun belum terlihat berdampak besar, minimal sampah rumah tangga  sudah teratasi,” ungkap Sartika Nur Widyawati, pemuda Desa Sumber Kulon.

Kepedulian masyarakat Berbah terhadap lingkungan dan sampah ini jugalah yang kemudian membuat Kecamatan Berbah turut andil dalam menyemarakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dengan menggandeng anak-anak TK dan SD untuk lomba kolase dan mewarnai. Tujuannya adalah mengenalkan anak makna sampah sejak dini. Itikad tersebut disambut baik oleh Dinas Lingkungan Hindup (DLH) Sleman sehingga untuk memperingati HPSN tahun ini Berbah diberi kepercayaan menjadi tuan rumah. (Rep Rara)

image_pdfimage_print
Bagikan: