Semangat PPDI untuk Esok yang Lebih Baik

Ngaglik – Minggu (17/3/2019) di Aula Balai Desa Donoharjo diselenggarakan pertemuan rutin PPDI (Paguyuban Penyandang Disabilitas Indonesia) Ngaglik. Ini merupakan pertemuan rutin yang diselenggarakan setiap Minggu Legi. Pertemuan rutin juga diisi dengan kegiatan arisan, simpan pinjam KSP Bank Difabel Ngaglik, dan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu).

Balai Desa dipilih sebagai tempat pertemuan karena bangunannya relatif mudah diakses oleh difabel. “Meski kemiringan belum memenuhi standar, akses bagi pengguna kursi roda bisa disiasati dengan memasang list karet dan perlu ditambah ram,” kata Kuni salah satu anggota PPDI.

Sebagai Ketua KSP, Jimin menyampaikan bahwa KSP Bank Difabel juga masih terbuka untuk menerima keanggotaan baru. Saat ini selain Ngaglik, anggotanya juga berasal dari wilayah Turi, Mlati, Pakem, Kalasan, Cangkringan, dan Sleman.

“KSP Bank Difabel masih terbuka untuk menerima anggota baru, agar lebih banyak yang mendapatkan manfaat dari keberadaan KSP. Syarat nya hanya membayar simpanan pokok 25 ribu rupiah dan simpanan wajib 5 ribu rupiah setiap bulan,” kata Jimin.

KSP juga melayani konsultasi bagi anggota PPDI yang ingin memulai usaha. Untuk pengajuan 5 juta rupiah ke atas dengan mengajukan proposal yang bisa didampingi penyusunannya.

“Bila lancar pinjaman dapat dinaikkan dengan jaminan usaha atau jaminan tunjuk. Jaminan tunjuk itu dengan menunjukkan barang berharga yang dimiliki peminjam namun KSP tidak menyimpan barang atau suratnya. Dasar kerja kita adalah kepercayaan,” jelas Jimin lagi.

Menurut Waluyo, Pengurus KSP, salah satu kendalanya adalah belum ada tempat yang bisa digunakan sebagai kantor. Dia berharap akan ada pihak yang peduli akan hal ini.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa bagi peserta yang sudah terdaftar sebagai peserta Jamkesus akan mendapat Kartu Jamkesta. Kartu dapat diambil Jumat (22/3/2019) di Kecamatan Ngaglik pukul 06.00 pagi untuk Sukoharjo, Sariharjo, dan Sinduharjo dengan membawa fotokopi KTP dan KK. Kartu Jaminan Semesta ini bisa digunakan untuk akses berobat secara gratis.

Kurnia, Sekretaris PPDI menjelaskan, hari itu sebetulnya jadwal Posbindu namun dokternya tidak bisa hadir. Jadi pemeriksaan nonmedis berupa cek tensi, berat badan dan lingkar pinggang dilakukan oleh pengurus dan anggota PPDI yang sudah dilatih sebagai Kader Posbindu oleh Nurul, dosen pengabdian masyarakat dari UMY.

“Saya berharap, untuk selanjutnya setiap pertemuan ”lapanan’‘ yang diselenggarakan bisa selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk menantau kesehatan seluruh anggota PPDI,” jelasnya lagi. (End)

image_pdfimage_print
Bagikan: