Pancasila sebagai Bintang Pembimbing Berbangsa dan Bernegara

Gamping – Rabu (20/3/2019) pukul 08.00 WIB, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dihelat di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Camat Gamping.

Seminar diikuti oleh warga kecamatan Gamping yang terdiri dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar SMA/SMK, karang taruna, organisasi masyarakat, serta organisasi pemuda keagamaan yang berjumlah 80 orang termasuk Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman, Djoko Purwono didampingi Wakil Ketua, Adnan Iman Nurtjahjo.

Kegiatan bertajuk Sinau Pancasila dan Wawasan kebangsaan ini menghadirkan narasumber Dr. Badrun Alaena dari Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta bersama Kepala Badan kesbangpol DIY, Agung Supriyono. Kedua narasumber mengangkat tema tentang arti penting Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia bagi bangsa dan negara Indonesia, pentingnya ideologi, kondisi objektif bangsa Indonesia, serta tantangan kebangsaan.

Dr. Badrun menyampaikan bahwa semua peraturan perundang-undangan yang dibuat di Indonesia harus berpedoman dan tidak boleh bertentangan dengan UUD Republik Indonesia tahun 1945.

“Sebagai warga negara Republik Indonesia harus patuh pada ketentuan yang terdapat dalam UUD Republik Indonesia tahun 1945. Kepatuhan warga negara akan mengarahkan pada kehidupan yang tertib dan teratur. Ketertiban dan keteraturan dalam kehidupan bernegara akan mempermudah mencapai masyarakat yang adil dan makmur,” tutur Dr. Badrun.

Selanjutnya, Agung Supriyono memaparkan perihal ideologi, yakni seperangkat gagasan, ide, cita-cita, dari sebuah masyarakat terhadap pandangan atau paham tentang kebaikan bersama yang dirumuskan dalam bentuk tujuan yang harus dicapai dan juga cara yang digunakan untuk mencapai tujuan. Ideologi sangat penting bagi suatu bangsa mengingat fungsinya sebagai penuntun arah sebuah bangsa dalam meraih kebesaran masing-masing. Ideologi harus menjadi ‘meja statis’ artinya dasar pijakan yang terdiri dari elemen-elemen yang ada pada jiwa bangsa Indonesia.

“Ideologi juga harus menjadi sebuah ‘leitstar dinamis’ yakni suatu bintang pembimbing yang menjadi arah penyelenggaraan kehidupan berbangsa bernegara,”tambah Agung. (Adnan Nurtjahjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: