Dusun Gesikan Dukung Meluasnya Industri Jamu Tradisional

Sejak 4 April 2004, Dusun Gesikan, Merdikorejo, Tempel, Sleman, telah memiliki kelompok jamu yang menaungi para pembuat jamu di dusun tersebut. Namun tak hanya sekadar menjadi wadah bagi para pembuat jamu, Kelompok Jamu Dusun Gesikan berencana membuat desa wisata edukasi jamu untuk wisatawan.

Nama Dusun Gesikan yang sudah mulai dikenal sebagai sentra jamu tradisional, semakin menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan dan mengembangkan jamu tradisional di kalangan masyarakat. Ketua Kelompok Jamu Dusun Gesikan, Sarjana mengatakan misinya membuat desa wisata untuk edukasi jamu tradisional bekerjasama dengan masyarakat setempat adalah untuk mendukung penggunaan rumah-rumah masyarakat sebagai homestay bagi wisatawan yang datang.

“Jadi ke depannya lagi diusahakan bisa dijadikan tempat wisata sekaligus edukasi soal jamu untuk wisatawan yang datang ke sini,” jelas Sarjana, Kamis (4/4/19).

Kelompok Jamu Dusun Gesikan sendiri tercatat telah memproduksi berbagai jenis jamu baik itu jamu cair maupun kristal. Jamu cair yang diproduksi, antara lain kunir asam, beras kencur, paitan, temulawak, cabe puyang, dan puyuh-puyuh. Sementara jamu bentuk kristal di antaranya jahe, secang, sari wortel, dan temulawak. Di samping itu, kelompok ini juga memproduksi pendamping tambahan minuman herbal, yakni jahe langceng, wedang uwuh, wedang secang, wedang sereh, dan wedang kayu putih.

Diakui Sarjana, dalam memproduksi berbagai jenis jamu tersebut, kelompoknya kerap kali menemui kendala. “Kendala ada pada harga bahan yang terkadang melambung tinggi karena untuk pembuatan jamu bahan-bahan yang digunakan harus merupakan bahan berkualitas baik,” katanya.

Akan tetapi, kendala tersebut tidak menyurutkan langkah Sarjana dan teman-teman untuk terus mengembangkan industri jamu di daerahnya ini.

Sejauh ini, Sarjana mengatakan, pihaknya dibantu Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan Sleman. Dinas Kesehatan Sleman seringkali melakukan pemeriksaan sampel jamu untuk mengetahui apakah jamu produksinya mengandung bakteri Escherichia Coli (E. coli) yang dapat membahayakan tubuh atau tidak. Selain Dinas Kesehatan Sleman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman dan Dinas Perindustrian DIY pun telah mengajak kelompok jamunya untuk bimbingan teknis, contohnya bimbingan teknis terkait Good Manufacturing Practice atau cara produksi yang baik dan benar bekerja sama dengan BBPOM DIY.

Dengan bantuan pemerintah daerah dan tak kalah penting upaya mandiri dari kelompoknya, Sarjana berharap industri jamu Dusun Gesikan dapat terus eksis dan meluas. Pun, cita-citanya untuk mengembangkan desa wisata untuk edukasi jamu tradisional bisa segera terwujud. (Rep Rara)

image_pdfimage_print
Bagikan: