Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga dengan Pemanfaatan Pekarangan

Ngaglik – Ketahanan pangan akan tetap menjadi permasalahan pokok dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Upaya membangun ketahanan pangan keluarga salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan pekarangan. Oleh sebab itu dalam rangka membangun ketahanan pangan, Pemerintah kecamatan Ngaglik menggelar acara dengan tajuk Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Meningkatkan Ekonomi dan Gizi Keluarga. Acara berlangsung selama 2 hari di Aula Kecamatan Ngaglik pada Senin (8/4/2019) dan di Sobo Kebon Agro, Jetis Baran, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman pada Selasa (9/4/2019).

Hadir sebagai narasumber Agus Krisnadi dari Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman, memaparkan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Menurutnya KRPL adalah himpunan rumah tangga tangga yang memanfaatkan pekarangan dengan tujuan memenuhi pangan dan menambah gizi keluarga, meningkatkan pemanfaatan pekarangan untuk, budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA), pemeliharaan ternak atau ikan serta mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos, mengembangkan sumber bibit untuk keberlanjutan pemanfaatan pekarangan dan melakukan pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan.

“Dengan adanya KRPL diharapkan keluarga dan masyarakat akan mampu mengembangkan dan meningkatkan ekonomi dan sosial di samping untuk memenuhi pangan dan gizi secara lestari menuju keluarga yang sejahtera,” tutur Agus.

Pada hari kedua bertempat di Sobo Kebon Agro sebagai narasumber Supartinah, Praktisi Pertanan yang sudah bertahun-tahun menekuni pemanfaatan lahan pekarangan menerangkan persiapan media tanam, menentukan jenis tanaman, teknik penyemaian dan penanaman, pemeliharaan, pengairan, pemupukan, pemanenan, rotasi tanaman sayuran dan hortikultura.

“Selama ini saya tidak pernah belanja untuk keperluan dapur semua sudah tercukupi dari hasil menanam di pekarangan sendiri. Selain itu, saya dan keluarga merasa aman untuk langsung petik dan makan karena serba organik dan bebas dari pestisida. Malah sekarang saya bisa menjual bila panen berlebih dan juga menyediakan bibit bagi yang membutuhkan,” ungkap Supartinah.

Sedangkan Joelang Arwanto pemilik sekaligus pengelola Sobo Kebon Agro menerangkan budidaya tanaman buah baik yang ditanam di dalam pot (tabulampot) maupun ditanam langsung di tanah.

Lebih lanjut Joelang mengatakan tabulampot adalah solusi untuk menanam buah buahan dengan lahan yang sangat terbatas, berfungsi sebagai tanaman hias, mudah dipindah tanpa merusak tanaman, serta dengan teknik tertentu dapat diatur masa berbunga dan berbuahnya.

Di akhir acara peserta dibagikan pupuk organik, berbagai macam benih tanaman sayuran dan hortikultura dengan harapan bisa dikelola dan dikembangkan secara kelompok sehingga tercipta kawasan rumah pangan lestari sesuai tujuan dari pelatihan tersebut. (Up W)

image_pdfimage_print
Bagikan: