Cangkringan – Pemerintah Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan menyambut tim evaluasi desa dan kelurahan se-Kabupaten Sleman di Kantor Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Senin (29/4/2019). Evaluasi ini meliputi penilaian administasi pemerintah desa, lembaga desa (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Karang Taruna), sambang posko siaga bencana, dan pengecekan usaha padukuhan sampling (ternak kambing etawa dan kelompok perikanan).
Mustadi selaku Camat Cangkringan menyampaikan bahawa Desa Argomulyo pada tahun 2018 adalah desa yang ditunjuk untuk mewakili Kecamatan Cangkringan dalam penilaian desa se-Kabupaten Sleman dengan perolehan tempat ketiga dan juga ikut dilombakan sebagai Desa Tangguh Bencana dengan meraih penilaian terbaik di tingkat provinsi. “Ketepatan waktu dan kedisiplinan adalah budaya dalam kinerja Desa Argomulyo yang menjadikannya sangat layak untuk mewakili Kecamatan Cangkringan dalam evaluasi desa dan kelurahan,” terang Mustadi.
Argomulyo dikenal sebagai desa di lereng Gunung Merapi sehingga menjadikannya sebagai desa penyangga bencana. Kesiapsiagaan bencana menghadapi ancaman erupsi Gunung Merapi dibuktikan dengan membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) dan para kadernya sudah dibekali dengan pelatihan.
Dalam prakteknya Destana Desa Argomulyo berkembang menjadi tidak hanya berfokus pada bencana erupsi Gunung Merapi di wilayah Argomulyo saja melainkan juga bencana alam yang lain di wilayah lain seperti angin kencang, banjir, dan bencana lainnya. Saat ini jumlah penduduk di Desa Argomulyo mencapai 8037 jiwa. Di Desa Argomulyo juga terdapat potensi di bidang seni, budaya, kuliner, perikanan, pertanian dan peternakan yang kesemuanya ditampilkan kepada tim evaluasi.
Dalam evaluasi ini, Budi Sutarta sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman menuturkan bahwa prestasi yang ditorehkan pastilah merupakan hasil dari beberapa tahapan kerja keras semua lapisan masyarakat dan pemerintah desa sehingga menjadi terbaik di tingkat kecamatan maupun masuk 5 besar di Kabupaten Sleman. “Semoga Argomulyo saat maju ke tingkat provinsi bisa membanggakan Kabupaten Sleman. Dan semoga kegiatan evaluasi ini juga bisa menjadi pemacu kreasi dan inovasi teknologi dalam kegiatan desa yang bisa ditularkan ke desa- desa yang lain,” harap Budi Sutarta. (KIM Cangkringan/Marman)


