Ngemplak – Generasi penerus bangsa sudah sewajarnya untuk menjaga segala kekayaan yang di kandung Ibu Pertiwi, seperti yang dilakukan oleh keluarga besar Singabolang Kertadirarjo yang menggelar pertunjukan budaya parade Reog Ponorogo di Lapangan Banjarharjo, Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Selasa (11/06/2019).
Kesenian tradisional Reog Ponorogo jamak diketahui berasal dari daerah-daerah di Jawa Timur seperti Madiun, Jombang, Trenggalek, Mojokerto, Blitar, dan Bojonegoro. Meski demikian, kesenian ini dikenal luas sampai ke daerah-daerah lain dan bisa dinikmati penduduk setempat. Seperti yang diungkapkan oleh Sugiyati, salah satu penonton asal Manisrenggo, Kabupaten Klaten yang datang ke Sleman untuk menonton Reog Ponorogo ini. “Baguslah untuk hiburan rakyat, pokoknya luar biasalah bisa menikmati hiburan seperti ini, kalau tidak ada seperti ini (warga) tidak bisa lihat toh. Kalau cuma di TV kan jarang, apalagi budaya-budaya kaya gini itu hampir sudah tidak ada,” akunya.
Singobolang merupakan sebutan untuk perkumpulan para pemain kesenian tradisional Reog Ponorogo yang berasal dari daerah-daerah di Jawa Timur seperti Madiun, Jombang, Trenggalek, Mojokerto, Blitar, dan Bojonegoro, yang sengaja berpencar ke berbagai daerah di luar provinsi Jawa Timur dengan motif atau tujuan utama memperkenalkan kesenian Reog Ponorogo sekaligus menjalin silaturahmi dengan warga setempat. Hal ini tidak lain agar warisan nenek moyang bangsa Indonesia khususnya kesenian Topeng Raksasa Reog Ponorogo tetap terjaga, lestari sehingga generasi muda Indonesia mengetahui bahkan mencintai budaya bangsa sendiri.
Sugiyati juga berharap agar pertunjukan-pertunjukan seperti ini agar bisa berkembang lebih maju lagi dan sering diadakan, agar masyarakat mengetahui bahwa Indonesia khususnya setiap daerah memiliki budaya yang begitu estetis dan layak untuk diabadikan.
Pertunjukan Reog Ponorogo di Desa Bimomartani ini dibuka dengan pertunjukan topeng raksasa Reog Ponorogo, dilanjutkan dengan atraksi naik motor, injak beling kaca, salto di atas udara, digilas motor, mandi air panas, nafas naga besaung, dan permainan bambu gila. Pertunjukan ini mengundang desak kagum masyarakat setempat yang hadir menikmati pertunjukkan. Tua-muda, anak-anak, remaja hingga dewasa datang menonton dan menjadikan pertunjukan tersebut sebagai hiburan yang memacu adrenalin.(Rep Bilqis)


