Tantangan Melestarikan Ketoprak

Ngaglik – Kesulitan dalam melestarikan ketoprak adalah bagaimana mengenalkannya kepada generasi muda sebagai penerus namun tetap harus mempertahankan keaslian ketoprak itu sendiri. Komunitas Ketoprak Sleman (KKS) memiliki target minimal diselenggarakan 30 pertunjukan ketoprak dalam satu tahun sebagai upaya mengenalkan anak muda pada seni tradisi, dan mencari cara bagaimana memanfaatkan teknologi agar generasi muda lebih mengenal ketoprak.

Ini diutarakan oleh Ketua KKS, Sugiman Dwi Nurseto sebagai pelestari ketoprak di Kabupaten Sleman. “Ketoprak hendaknya dikemas secara konvensional dengan acuan ketoprak RRI Yogyakarta.  Konvensional itu ketoprak asli dengan musik gamelan, menggunakan kentongan serta kostum yang sesuai,” jelas Sugiman Dwi Nurseto di sela menyaksikan pentas ketoprak dalam rangka  syawalan Ketoprak Sekar Dono Budoyo Donoharjo di Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (21/6/2019).

Pada tanggal 12-20 Juli 2019, akan digelar festival ketoprak bertempat di lapangan Baratan, Kecamatan Pakem. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan KKS. Pada festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata bekerja sama dengan KKS Kabupaten Sleman  tersebut setiap  malam akan menampilkan dua kelompok peserta yang mewakili kecamatan, dengan durasi penampilan  60 sampai dengan 75 menit setiap kelompok. Adapun batasan usia peserta paling tinggi 35 tahun.

Pada festival tersebut akan dipilih juara dalam beberapa kategori yaitu penampilan grup terbaik pertama sampai dengan harapan 3, sutradara terbaik, penata iringan terbaik, pemeran putra terbaik, pemeran putri terbaik, pemeran pembantu putra, pemeran pembantu putri, penata artistik dan penata kostum.(KIM Ngaglik/Endarwati)

image_pdfimage_print
Bagikan: