Cangkringan – Desa Argomulyo adalah salah satu desa di Kabupaten Sleman yang letaknya dekat dengan Gunungapi Merapi. Kesiapan dalam menghadapi bencana erupsi pun perlu disiapkan di segala lini, dimulai dengan anggaran.
Ini disampaikan oleh Subarjo, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Argomulyo. “Anggaran mitigasi bencana ini juga digunakan untuk memfasilitasi Forum Pengurangan Resiko Bencana dan komunitas relawan yang kinerjanya sangat nyata dirasakan oleh masyarakat Desa Argomulyo dan sekitarnya,” ujar Subarjo saat musyawarah desa di Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu (26/6/2019).
Subarjo menjelaskan bencana yang dimaksud disini bukan hanya yang berkaitan dengan kondisi Gunungapi Merapi, tetapi bencana dalam bentuk apapun seperti angin ribut, pohon tumbang, dan lainnya. Menurutnya, mengingat lokasi desa yang pernah terdampak erupsi Gunungapi Merapi bukan tanpa alasan mitigasi bencana dimasukkan ke dalam rencana anggaran ini sebagai bentuk kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
Darjono, Kepala Desa Argomulyo menyampaikan bahwa asas kebermanfaatan masyarakat menjadi acuan prioritas penyusunan rencana pembangunan. “Jadi bukan hanya sekadar menyelesaikan program yang sudah diusulkan oleh masyarakat,” ujar Darjono.
Peserta yang hadir dalam musyawarah desa ini adalah perangkat desa, perwakilan pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat dari 22 padukuhan, dan lembaga desa seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, PKK dan Karang Taruna. Kegiatan musyawarah Desa Argomulyo ini sebagai pencermatan ulang skala prioritas program rencana kerja tahun anggaran tahun 2020 dan bukan untuk mengusulkan program baru. Dalam musyawarah ini juga terbentuk tim verifikasi yang disepakati oleh forum terkait penentuan skala prioritas melalui peninjauan lokasi.(KIM Cangkringan/Marmansyah)


