Depok – Padukuhan Joho, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman menjadi lokasi kunjungan rombongan peserta Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Dan Capaian Kinerja Pelaksanaan PUG. Peserta ini berasal dari 16 provinsi dan menerapkan metode pembelajaran praktik terbaik kelembagaan dan pelaksanaan PUG di lapangan.
“Harapan kami apa yang diperoleh di Kabupaten Sleman dapat direplika dan diimplementasikan di 16 provinsi. Ini menjadi problem solving dalam menyelesaikan berbagai persoalan utamanya dalam mengintegrasikan isu gender dalam perspektif pembangunan nasional dan daerah,” ujar Ratna Susianawati, staf ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat mendampingi rombongan peserta di Balai Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (27/6/2019). Menurut Ratna, Joho adalah contoh terbaik untuk melihat berbagai upaya inovasi terobosan dalam rangka mengintegrasikan perpektif gender dalam dinamika perencanaan dan penganggaran.
Pemerintah Kecamatan Depok menganggarkan hampir Rp500 juta untuk kegiatan pengarusutamaan gender. Anggaran ini diakui Camat Depok, Abu Bakar sangat memberikan wadah untuk menampung kegiatan dan inovasi yang mengakomodir semua elemen masyarakat.
“Kita ingin membuat Depok nyaman untuk semua, termasuk lanjut usia, anak-anak, difabel ataupun masyarakat yang lain, karena ini menyangkut keberlangsungan hidup,” kata Abu Bakar. Abu Bakar mencontohkan selain Joho, di Kecamatan Depok juga ada Kampung Leles RW 16 yang sudah menyandang status Kampung Ramah Anak. Kemudian juga ada SMP Negeri 2 Depok yang juga berstatus Sekolah Ramah Anak.
Di Joho, peserta bimbingan teknis melihat Instalasi Pengolahan Air Limbah komunal, tanaman obat keluarga, usaha pembuatan kerupuk, ruang bermain anak, kawasan tanpa rokok dan kawasan merokok, lokasi pembuatan pola kain menggunakan bahan alami atau akrab disebut ecoprint, dan mengunjungi rumah difabel.


