Ngaglik – Berkembangnya teknologi informasi di Indonesia sangat berpengaruh hampir di semua sektor kehidupan, tak terkecuali bagi para pelaku usaha. Internet yang bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja memungkinkan lebih banyak orang untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
Respon yang cepat dari pelanggan menjadikan pemasaran digital dipilih oleh sebagian besar pelaku usaha saat ini. Dengan jangkauan yang sangat luas konsumen bisa didapatkan dari luar daerah atau bahkan luar negeri.
“Dengan pemasaran digital pelaku usaha lebih banyak peluang menargetkan konsumen baru yang lebih spesifik dibanding pemasaran tradisional, selain itu biaya pemasaran bisa dihemat karena proses pemasaran yang bisa dilakukan sendiri, bandingkan bila pelaku usaha harus membayar orang sebagai tenaga pemasaran,” kata Ayunda Zikrina, seorang Praktisi Digital Marketing Niagahoster saat memberi materi Pelatihan Strategi jitu Optimalisasi Digital Marketing bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) angkatan 2 di Prima SR Hotel and Convention, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Kamis (27/6/2019).
Di hadapan pelaku UMKM Ayunda mengatakan bahwa melalui pemasaran digital kebutuhan pasar lebih mudah diketahui sehingga pelaku usaha lebih mudah melakukan pemasaran produk.
“Banyak fasilitas mulai yang gratis seperti media sosial contohnya Instagram dan Facebook, website, blog, marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada dan masih banyak lagi. Selain itu aplikasi pengiriman pesan melalui Whatsapp dan SMS ataupun pemasaran digital yang berbayar seperti Google Ads bisa dipilih untuk memperlancar pemasaran,” lanjut Ayunda.
Sebelum memulai pemasaran digital, pelaku perlu mempersiapkan modal agar pemasaran berbasis teknologi informasi berjalan lancar. Ponsel pintar, jaringan internet, atau laptop adalah peralatan yang wajib dimiliki. Selain itu diperlukan komunikasi dengan pelanggan melalui aplikasi pengiriman pesan ataupun memfungsikan surat elektronik.
“Yang tidak kalah penting siapkan mental, karena komentar positif maupun negatif bisa datang dari mana saja dan kapan saja, sehingga diperlukan pola pikir dan attitude yang baik untuk menanggapi setiap respon konsumen,” saran Ayunda.
Tahap selanjutnya adalah menentukan target pemasaran barang atau jasa yang ditawarkan berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, dan latar belakang pendidikan. Dalam penjualan online, media yang dipakai harus saling terhubung dan saling melengkapi, tidak bisa berdiri sendiri atau hanya menggunakan satu media saja.
“Misalnya bila menggunakan marketplace seperti Bukalapak dan semacamnya harus juga terhubung dengan aplikasi Whatsapp atau SMS agar pelanggan mudah menghubungi produsen jika berminat terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan,” saran Ayunda lagi.
Agar media yang dipergunakan memiliki daya tarik kepada pelanggan, Ayunda juga menyarankan agar pemasaran melalui media digital dilengkapi dengan kemampuan fotografi dan penulisan produk yang unik. Menampilkan foto produk seindah mungkin dengan memperhatikan pencahayaaan, sudut pandang serta tata letak foto yang baik pun menjadi syarat wajib. Selain itu diperlukan penulisan yang menggambarkan tentang produk yang dijual. Penulisan konten dengan bahasa yang sesuai dengan target konsumen adalah hal yang tidak bisa diabaikan. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)


