Fasilitas Air Bersih harus Ramah Difabel

Ilustrasi Foto: difabel di Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Tidak hanya karena bawaan lahir, setiap manusia memiliki potensi untuk menjadi difabel disebabkan usia, sakit, kecelakaan, kehamilan dan sebagainya. Karena itu fasilitas yang ramah difabel menjadi penting dan harus dipersiapkan sejak dini. Fasilitas ramah difabel ini artinya ramah bagi siapapun termasuk anak-anak, lansia maupun mereka yang sedang mengalami cedera.

Intervensi tentang fasilitas ramah difabel ini turut masuk ke dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program Pamsimas disebut harus mudah diakses  terutama sarana air bersih dan cuci tangan.

“Ada standar tentang pembangunan fasilitas umum seperti toilet yang memiliki luas tertentu sehingga kursi roda bisa masuk, ada ada ram untuk pegangan, kloset duduk yang bisa digunakan untuk tuna daksa atau lansia, di mana jika syarat-syarat tersebut dipenuhi maka akan bisa diakses oleh siapapun termasuk difabel,” ujar Haryadi Widodo, Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Dasar Permukiman Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman saat pertemuan lintas sektor terkait fasilitas ramah difabel di Kantor DPUPKP, Kabupaten Sleman, Senin (1/7/2019).

Terkait ini akan diselenggarakan pelatihan bagi 12 desa sasaran program Pamsimas di Kabupaten Sleman pada Agustus nanti. “Inti dari pelatihan yang akan diselenggarakan nanti setidaknya agar peserta mendengar, mengenal dan memiliki kepedulian terhadap difabel,” ujar pria berlatarbelakang pendidikan arsitektur ini.

Sementara itu Rini, koordinator tingkat kabupaten untuk program Pamsimas menjelaskan bahwa tujuan pelatihan program disabilitas untuk program Pamsimas ditujukan untuk menggali kepedulian, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya sasaran program Pamsimas agar inklusi dan memiliki wawasan tentang konstruksi yang aksesable. “Ke depan kami berharap kelompok pengelola sarana prasarana air minum bisa bekerja dengan berbagai pihak,” pungkas Rini.

Selain DPUPKP dan koordinator program Pamsimas, turut hadir dalam pertemuan ini fasilitator Pamsimas, pelaksana program Pamsimas, dan LSM Sarana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel. (KIM Ngaglik/Endarwati)

image_pdfimage_print
Bagikan: