Turi –Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kabupaten Sleman) menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa untuk 32 desa dari enam kecamatan wilayah tengah (Turi, Tempel, Sleman, Ngaglik, Mlati, Depok) di Youth Centre Yogyakarta, Jalan Kebonagung, Kabupaten Sleman, Rabu (3/7/2019). Setiap desa mengirim tiga perwakilan yang terdiri dari kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan tokoh perempuan.
Bursa inovasi desa ini diisi dengan pameran inovasi dan pemutaran video inovasi dari berbagai desa di Indonesia yang telah dipilih oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman untuk bisa ditiru oleh desa peserta. Dari proses pembelajaran ini diharapkan desa peserta bisa menerapkan di desanya masing-masing.
“Bursa inovasi desa ini bukan hanya sekedar acara seremonial belaka, tetapi sebagai ajang untuk ATM, amati, tiru, dan modifikasi berbagai program inovasi desa yang ada dan nantinya bisa ditiru dan diterapkan oleh masing-masing pemerintah desa,” ujar Kepala Dinas PMD, Priyo Handoyo saat membuka acara ini.
Priyo menegaskan hasil dari bursa inovasi ini adalah komitmen dari kepala desa untuk meniru inovasi yang dipilih dan harus dimasukkan ke dalam RAPBDes. “Sehingga kegiatan ini benar-benar dapat bermanfaat untuk membangun desa melalui dana desa yang ada,” imbuhnya.
Haryo, penanggung jawab Tim Pelaksana Inovasi Desa mengatakan bahwa kegiatan bursa inovasi desa ini terselenggara berkat kerjasama dari tim ahli, pendamping desa,dan tim pelaksana inovasi desa yang telah bekerja keras. “Dengan ini nantinya diharapkan desa-desa yang ada di Kabupaten Sleman bisa lebih baik dalam membangun dan mengelola Dana Desa, sehingga dari desa-desa di Sleman turut berandil membangun Indonesia,” tutup Haryo. (KIM Bangunkerto/Harman)


