Ngaglik – Ajang lomba merupakan salah satu wahana untuk aktualisasi diri, mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus mengasah kemampuan. Salah satu lomba dalam rangka memperingati 74 Tahun HUT RI, TP PKK Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba masak kudapan pangan lokal berbahan dasar pisang hari di Kantor Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (21/7/2019).
Ketua tim juri, M Nadjmuddin dari SMK Dirgantara Putra Bangsa menyampaikan bahwa hasil para peseta bagus dan kalau dijual sudah laku dan bisa ditindaklanjuti, namun ada yang kurang memperhatikan penyajian dan higienitasnya. “Buat grup WA untuk saling komunikasi dan menawarkan produk dan minta tempat kepada pemerintah setempat untuk menjual. Jika ada yang menginginkan pembelajaran kuliner maka JICA (Jogjakarta International Culinary Academy) yang isinya chef-chef handal bisa membantu. Jika ingin belajar lebih jauh bisa hubungi kami, dengan alamat kantor depan UTY ke Utara. Ini untuk mengangkat masyarakat kita agar lebih maju,” pesan Nadjamuddin.
Adapun Suwahono dari PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran) Kabupaten Sleman lebih menitikberatkan ke garnis (penghias hidangan). Suwahono melihat karya peserta masih belum menyelaraskan tema. “Garnis hendaknya disesuaikan tema, dan harus yang ramah lingkungan terutama pengemasannya. Kalau bisa hindari dari bahan plastik, dari bahan natural saja,” ujar Suwahono.
Pisang dipilih sebagai bahan olahan lomba ini karena bagus dari segi gizi, bisa menyehatkan dan bernilai jual. Pisang bisa diolah dengan susu dan lain-lain agar lebih bervariasi. Hasilnya adalah makanan yang sehat, aman, mempunyai nilai jual yang tinggi.
Hasil kejuaraan ini terbagi dalam dua kategori. Untuk kategori olahan basah, juara 1 adalah Desa Sariharjo, juara 2 dari Desa Sinduharjo, dan juara 3 dari Desa Sardonoharjo. Untuk kategori olahan kering juara 1 adalah Desa Sukoharjo, juara 2 Desa Sariharjo dan juara 3 Desa Minomartani.
Lomba ini diselenggarakan secara berjenjang, diawali lomba tingkat desa di masing masing desa, kemudian pemenang pertama olahan basah dan olahan kering masing-masing desa dilombakan di tingkat kecamatan. (KIM Ngaglik/Endarwati)


