Sleman – Delegasi Kota Kagoshima, Jepang mengaku kagum dengan warga Cangkringan dan sekitar lereng Gunungapi Merapi lainnya yang mampu hidup berdampingan dengan salah satu gunung teraktif di dunia.
“Dalam perjalanan kesini saya melihat Gunung Merapi terlihat sangat dekat sekali, masyarakat pasti waswas. Kesiapsiagaan yang dibutuhkan pasti banyak sekali,” ujar Takashi Kofuku, Crisis Management Division Kagoshima City saat berdialog dengan relawan bencana di Petilasan Mbah Maridjan, Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa (30/7/2019).
Takashi Kofuku selanjutnya bercerita tentang Gunungapi Sakurajima yang hanya berjarak 4 kilometer dari Kota Kagoshima, dipisahkan oleh Teluk Kinko. Gunungapi Sakurajima juga merupakan salah satu gunungapi teraktif di dunia, yang menurut Takashi pernah mencatat 1000 letusan dalam setahun.
Letusan besar Sakurajima pernah terjadi pada tahun 1914, dimana abu yang menutup kota tebalnya sampai 1 meter. Letusan besar 1914 ini kemudian dijadikan bahan pembelajaran Pemerintah Kota Kaghoshima dalam mitigasi bencana selanjutnya di kota berpenduduk 595.692 jiwa ini.
Menyambut Delegasi Kota Kagoshima, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Suprianto memperkenalkan Dusun Kinahrejo dulunya adalah tempat tinggal Mbah Maridjan, yang oleh Keraton Yogyakarta didapuk sebagai juru kunci Gunungapi Merapi. Mbah Maridjan meninggal dunia dalam letusan besar tahun 2010.
Joko Suprianto juga menyatakan bahwa di Sleman, semua desa, dusun, dan sekolah di sekitar Merapi sudah
dilatih kesiapsiagaan bencana, dan didukung relawan yang ada di tiap desa. Saat
ini BPBD mencatat ada 2200 relawan yang terpencar dalam 52 komunitas, dan
semuanya bergabung bersama dalam Forum Komunitas Relawan Kabupaten Sleman. “Mereka
ini tidak ada yang digaji. Semuanya bekerja dengan modal tulus dan ikhlas,”
papar Joko Supriyanto.
Selain berdialog, delegasi
Kota Kagoshima di Dusun Kinahrejo juga disuguhi simulasi penanganan korban
bencana oleh relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Umbulharjo. Selain Takashi
Kofuku, dalam kunjungan ini delegasi Kota Kagoshima beranggotakan Masato Iguchi
(Director Sakurajima Volcano Research Center), Takahiro Kambayashi (Crisis Management
Division Kagoshima City), Kenji Niihori (Organization of Volcanic Disaster
Mitigation), dan Ikuyo Sato Saputro sebagai penterjemah.
Di Sleman, delegasi Kota Kagoshima mengunjungi Museum Gunungapi Merapi, Petilasan Mbah Maridjan, dan hunian tetap Dongkelsari di Desa Wukirsari. Selain bertukar pendapat dengan para relawan bencana, mereka juga dijadwalkan akan berdiskusi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, Rabu (31/7/2019) terkait dengan upaya mitigasi dan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kagoshima, Jepang telah menandatangani pernyataan minat pada kerjasama pada tahun 2017 untuk mempromosikan upaya yang dilakukan dalam pencegahan bencana gunung api sebagai upaya menjamin keselamatan dan keamanan warga, dan mendorong upaya pertukaran dalam memperluas kesempatan pengembangan di bidang pariwisata dan ekonomi.


