Cangkringan – Suhartono petugas kesehatan dari Puskesmas Cangkringan mengatakan bahwa demam atau panas tinggi yang disertai pusing dan lemas belum tentu penyakit DB. Perbedaannya terletak pada hasil pemeriksaan laboratorium apakah penyakit DB atau penyakit lain.
Untuk itu bila ada warga masyarakat yang mengalami panas tinggi dihimbau agar segera periksa ke Puskesmas atau tenaga kesehatan.
Hal ini disampaikan Suhartono di hadapan 20 peserta penyuluhan penyakit DB, Sabtu (3/8/2019) di Kebur Kidul, Argomulyo, Cangkingan, Sleman.
Disampaikan Suhartono, penyakit DB disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti yang bila mengigit manusia akan mengalami gejala, seperti kepala pusing, lesu, mual, nyeri otot (KLMN) dengan masa inkubasi 7 hari.
“Untuk pertolongan pertama bagi orang yang mengalami gejala KLMN dengan minum yang banyak, makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup dan untuk mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti yang paling baik murah dan mudah dilakukan yaitu PSN dengan 3 M (Menguras, Menutup, Menimbun) dan pemberian Abate serta mengaktifkan satu rumah satu Jumantik,” terang Suhartono kepada para peserta.
Suhartono berharap dengan penyuluhan penyakit DB ini, ketua RW, ketua RT, kader kesehatan mampu menyampaikan kepada masyarakat Kebur Kidul, Argomulyo, Cangkringan, Sleman agar dapat mengetahui sedini mungkin tentang bahaya penyakit DB, ciri-cirinya, cara mengatasi, dan pencegahannya.(KIM Cangkringan/ Mujiyanta)


