Ngaglik – Dengan semboyan “Penen Berseri” atau Bersih Elok Ramah Sehat Edukatif Rapi Indah, kiprah warga Padukuhan Penen dalam menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan ditunjukkan dengan banyak cara. Di antaranya dengan membentuk beberapa kelompok kegiatan di antaranya Penghijauan Sedyo Tuwuh yang menyediakan bibit tanaman, vertikal garden, tanaman obat keluarga, dan pemanfaatan pekarangan baik untuk budidaya tanamam, aquaponik, hidroponik, budidaya ikan, peternakan, tanaman hias maupun budidaya jamur.
Di Penen telah tumbuh kesadaran masyarakat untuk memilah sampah menjadi sampah anorganik dan sampah organik. “Sampah organik melalui proses pengomposan menggunakan keranjang Takakura diolah oleh kelompok Kompos Sedyo Subur menjadi pupuk organik yang berguna untuk nutrisi tanaman,” papar Endarwati, koordinator Padukuhan Penen saat memandu tim juri Lomba Green and Clean Tingkat Kecamatan Ngaglik di Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (14/8/2019).
Sedangkan sampah anorganik, lanjut Endarwati, dikelola oleh Bank Sampah Sedyo Makmur kemudian dijual atau diolah menjadi produk daur ulang untuk menambah penghasilan warga.
Kondisi rumah sehat di Penen juga selalu diupayakan untuk terjaga kebersihannya baik kamar tidur, kamar mandi, ketersediaan air bersih, keberadaan toilet keluarga, drainase untuk membuang limbah cair rumah tangga maupun pengetahuan anggota rumah tangga dalam menjaga keseimbangan gizi keluarga.
Tahun ini Padukuhan Penen dipilih mewakili desa Donoharjo dalam Lomba Green and Clean dan maju ke tingkat kecamatan Ngaglik bersaing dengan 5 desa yang lain. “Padukuhan Penen dengan 162 KK atau 496 orang penduduk dalam setiap kegiatan selalu mengedepankan sikap kekeluargaan dan gotong royong termasuk untuk menghadapi lomba kali ini,” aku Endarwati.
Subagya, Camat Ngaglik saat memberi sambutan dalam rangka penilaian lomba ini menyampaikan bahwa penerapan pola hidup bersih sehat tidak terlepas dari peran warga masyarakat sebagai ujung tombak pelaksanaannya dan juga dukungan pemerintah dan lembaga yang ada. Untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat tersebut di Ngaglik dilakukan beberapa kegiatan yang menitikberatkan pada penghijauan dan pengelolaan sampah rumah tangga.
“Berperilaku hidup sehat harus menjadi kebiasaan bukan saja pada saat lomba, tetapi harus terus menerus sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat dengan lingkungan yang bersih dan hijau. Dengan kata lain kalau masyarakat sehat, akan bekerja lebih produktif,” kata Subagya.
Sumariyah, Sekretaris Kecamatan Ngaglik selaku ketua tim juri mengatakan terdapat beberapa indikator dalam penilaian lomba green and clean ini di antaranya indikator pertama yaitu penghijauan yang penilaiannya difokuskan pada optimalisasi lahan pekarangan di sekitar wilayah hunian, penghijauan di lingkungan sekitar, optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk ketersediaaan tanaman pangan maupun tanaman obat keluarga.
Indikator kedua adalah kebersihan sekitar hunian juga pengelolaan sampah dan ketersediaan bank sampah. Indikator ketiga penilaian menyasar pada kebersihan rumah tinggal termasuk drainase dan pengetahuan akan pemenuhan gizi keluarga.
“Secara umum kondisi Padukuhan Penen telah memenuhi kriteria lomba green and Clean tetapi yang terpenting adalah dengan lomba ini perilaku hidup bersih sehat harus tetap dijaga keberlanjutannya agar tercipta lingkungan hijau, bersih dan sehat,” pungkas Sumariyah.
Dukungan dan kekompakan warga Penen ditunjukkan saat penyambutan tim juri dengan menampilakan Bregada Jengger Wilah, Gejog Lesung Sedyo Laras, Karawitan Sedyo Remen, tarian tradisional oleh sanggar Dinda dan yang menarik adalah Jatilan anak Turangga Pisang Raja menambah semarak acara yang berlangsung dari pagi hingga tengah hari tersebut. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni).


