Kendaraan Berat Dilarang Beroperasi Selama Arus Mudik dan Balik

Sleman – Beberapa hari menjelang dan setelah lebaran, kendaraan berat selain pengakut kebutuhan pokok dilarang beroperasi. Larangan tersebut juga berlaku bagi truk-truk pengangkut hasil penambangan pasir dan batu di lereng merapi. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, Drs Agoes Susilo Endiarto  memaparkan kendaraan berat yang dilarang tersebut antara lain kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk bersumbu lebih dari 2, truk tempelan, truk gandengan, dan kontainer. 

“Masa larangan berlaku pada H-4 hingga H+1 lebaran,” kata Agoes, kemarin.  Selain pengangkut bahan pokok, kendaraan angkutan berat yang diijinkan adalah angkutan bahan bakar dan gas, pupuk, susu, serta barang antaran pos. Dijelaskan Agoes, larangan tersebut guna menjaga kelancaran lalu lintas selama puncak arus mudik dan balik. Pihaknya mengaku akan melakukan pengawasan ketat agar tak ada yang berani melanggar.  Untuk menangani hal ini Dishubkominfo  kerjasama dengan Polres dan Polsek untuk memantau truk material. Bila didapati ada yang melanggar, akan diberikan sanksi berupa penindakan.

Sementara Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, IR Sapto Winarno mengungkapkan larangan beroperasi juga berlaku bagi truk pengangkut pasir dan batu di Lereng Merapi. Aturan tersebut berlaku pada H-7 hingga H+7 lebaran. Pada rentan waktu itu, kegiatan normalisasi maupun penambangan pasir dan batu di Lereng Merapi juga dihentikan sementara.

Sapto menyatakan pihaknya telah menyiapkan spanduk imbauan terkait hal tersebut. Kendati demikian, Sapto pun menyadari timnya tak bisa setiap hari memantau kondisi di Lereng Merapi, khususnya lokasi dan jalur penambangan. Pihaknya akan melibatkan peran masyarakat setempat untuk segera memberikan informasi apabila ada yang melanggar. Masyarakat juga diminta memberi peringatan awal sebelum Dinas SDAEM Sleman datang.

Setiap hari, rata-rata sekitar 900 truk pengangkut pasir dan batu lalu-lalang di wilayah Sleman.

image_pdfimage_print
Bagikan: