Ngaglik – Resiko penyakit tak menular seperti diabetes, hipertensi, jantung, stroke, dan lain-lain bisa dihindari dengan banyak cara. Di antaranya dengan melakukan olah badan minimal 30 menit dalam sehari serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“’Selain itu juga dengan menjaga suasana hati gembira bisa menjaga kesehatan dari penyakit tidak menular,” jelas dr. Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman saat Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam rangka Peringatan HUT RI di Lapangan Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (20/8/19).
Pencanangan Germas di Kecamatan Ngaglik ini diisi dengan senam bersama. Senam menjadi penanda salah satu indikator Germas yakni olah badan minimal 30 menit dalam sehari. Selain olah badan, indikator Germas lainnya adalah mengkonsumsi buah dan sayur, dan memeriksakan kesehatan secara rutin.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengamini bahwa Germas sangat penting dalam upaya untuk mencegah penyakit tidak menular. “Namun demikian, jika sudah terkena penyakit diabetes, darah tinggi, stroke, dan lainnya, hendaknya dirawat dan diobati dengan baik sesuai dengan petunjuk kesehatan,” pesan Sri Muslimatun dalam kesempatan yang sama.
Sebagai rangkaian acara pencanangan, di Kantor Kecamatan Ngaglik ini juga digelar bazar, senam masal, jalan sehat, donor darah, jathilan, pembagian door prize, pentas kesenian santi sworo,dan sebagai puncak acara adalah pertunjukan wayang kulit dengan dalang Anang Prawoto dan Ki Rendi.
Gundari, satu peserta jalan sehat menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif karena membudayakan hidup sehat dengan Germas, dan memberi kesempatan usaha kecil menengah untuk menjual produknya. (KIM Ngaglik/Endarwati)


