Sukoharjo Kerahkan Upaya Capai 95% Bebas Sarang Nyamuk

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengambil langkah strategis dalam pemberantas sarang nyamuk di wilayahnya. Hal ini dikatakannya saat program Jumat Bersih Tingkat Kecamatan Ngaglik berlangsung, Jumat (23/8/2019) di Dusun Klidon, Sukoharjo, Ngaglik.

Program Jumat Bersih ini dikatakannya terkait dengan program pencegahan DB yang memiliki kegiatan memberantas sarang nyamuk oleh para jumantik.

Hadi mengatakan, pihaknya akan membuat pos anggaran untuk kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di tahun 2020. Hal ini dilatarbelakangi oleh hasil kunjungan lapangan dari para jumantik yang menyatakan baru 84,4% rumah di Desa Sukoharjo yang bebas dari sarang nyamuk sementara target awal adalah 95%.

“Untuk itu desa ini masih harus kerja keras untuk menaikkan mencapai 95% sehingga pola hidup bersih dan sehat di Desa Sukoharjo bisa dicapai dengan baik,” katanya.

Hadi juga mengatakan agar hal tersebut bisa dicapai kepedulian dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan.

Ditambahkan Kepala Puskesmas Ngaglik II, dr. Trisni Nur Andayani, program seperti ini harus terus-menerus dilakukan baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun keluarga.

“Harus sinergi dilakukan, bersama dan utamanya adalah keluarga dan dibantu kader-kader jumantik yang telah terlatih,” imbau dr Trisni.

dr Trisni bangga bahwa kini sudah ada kader jumantik cilik di Desa Sukoharjo.

“Anak-anak menjadi kader jumantik ini artinya menjadi agen perubahan maka harus kontinu dimotivasi untuk terus aktif memantau sarang nyamuk di wilayah kerjanya. Program satu rumah satu jumantik harus terus disosialisasikan kepada masyarakat,” paparnya. 

Dr Trisni membeberkan Desa Sukoharjo menjadi desa nomor dua usai Desa Sariharjo di Kecamatan Ngaglik yang saat ini memiliki jumlah penduduk terbanyak yang terjangkit penyakit DB. Oleh karena itu, lingkungan dan pola hidup bersih harus terus disosialisasikan kepada masyarakat termasuk di sekolah-sekolah. (KIM Ngaglik/Srp)

image_pdfimage_print
Bagikan: