Gamping – Pengibaran bendera start jalan sehat dalam rangka Gamping Gegayengan ‘Rukun Anggayuh Karaharjan’ dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun di depan Kantor Kecamatan Gamping, Minggu (25/8/2019). Ribuan peserta jalan sehat begitu antusias mengikuti acara tahunan yang digelar Pemerintah Kecamatan Gamping ini. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Sleman yaitu Camat Gamping, Arif Marwoto bersama Kapolsek Gamping, Kompol Sudaryo beserta Wadanramil 17/GP, Kapten (Inf) Kusno.
Setelah melepas peserta jalan sehat, Hj. Sri Muslimatun menyambangi bazar UMKM pelaku usaha industri rumah tangga yang berasal dari wilayah Gamping. Saat berbincang dengan pengrajin batik asal Desa Nogotirto, orang nomor dua di Sleman ini menyampaikan bahwa motif batik khas kabupaten Sleman ‘Sinom Parijotho Salak’ tidak boleh diproduksi secara printing. Alasannya, batik kebanggaan Sleman merupakan motif batik kekayaan intelektual yang harus dihargai dan dilindungi dari pengusaha nakal.
“Dikawatirkan jika hal itu (printing-red) dibiarkan justru menyebabkan persaingan tidak sehat dan merugikan pelaku usaha batik kecil. Terutama jika banyak pemain bermodal besar dari luar daerah yang bermain pasar batik Sleman,” ungkap Hj. Muslimatun
Dalam kesempatan kali ini, Pemerintah Kecamatan Gamping menyediakan puluhan hadiah undian berupa kambing, sepeda gunung, ayam jago, dispenser, kipas angin, setrika, serta alat-alat rumah tangga guna menarik masyarakat mengikuti kegiatan jalan sehat. “Manfaat jalan sehat yang utama adalah supaya badan kita sehat. Apabila badan kita sehat maka jiwa kita juga menjadi sehat. Selain itu, jalan sehat juga sebagai wadah silaturahmi antar warga di kecamatan Gamping untuk menjaga kerukunan,” kata Arif Marwoto.
Di sela-sela pembagian hadiah undian, peserta jalan sehat dan pengunjung disuguhi penampilan seni musik dari grup Hadrah Eling Pati dari Desa Banyuraden penyandang juara III festival Hadrah Putra Gamping Gegayengan 2019 yang melantunkan lagu-lagu islami sebagai penyejuk iman. (KIM Pararta Guna Gamping/Adnan Nurtjahjo)


