Sleman – Beksan berasal dari Bahasa Jawa yang berarti tarian. Beksan lebih identik dengan tarian tradisional dan banyak sekali jenisnya diantaranya adalah Beksan Wira Pertiwi dan Beksan Wanara. Dua tarian tersebut dibawakan saat flashmob oleh para anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Beksan untuk memeriahkan acara HUT ke-48 KORPRI, Hari Tata Ruang, HUT KAGAMA dan Hari Guru Nasional di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Jumat (8/11/2019)
Dian Nirmalasari sebagai inisiator Kagama Beksan memberikan keterangan bahwa tujuan dari flashmob Beksan Wanara dan Beksan Wira Pertiwi adalah untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dengan mengangkat kembali tarian-tarian tradisional dan menghidupkan kembali minat menari masyarakat.
“Intinya kita disini ingin nguri-nguri (melestarikan) kebudayaan Indonesia supaya kebudayaan Indonesia tidak diaku-aku wong liyo (diakui orang lain), kita disini menanamkan kepada masyarakat untuk mencintai dan mengenal jenis beksan karena maneman (sayang) kalau anak-anak itu melihat tarian-tariannya di luar, malah orang luar negeri yang menarikan. Dance boleh tapi nari tradisional jangan lupa,” ungkapnya.
Adapun alasan 2 jenis tarian tersebut yang dibawakan saat flashmob adalah karena gerakannya yang mudah untuk ditiru dan dihafalkan. “Beksan Wanara tariannya gampang sekali, bisa ditiru dengan mudah, bisa dihafal dengan mudah, gerakannya mudah dan musiknya juga mengena di telinga. Beksan Wira Pertiwi tariannya semangat dan dinamis karena kalau flash mob kita banyak menggunakan tari-tari yang suaranya semangat dan dinamis,” imbuhnya.
Dian juga menerangkan bahwa Beksan Wanara menceritakan tentang perkelahian antara Subali dan Sugriwa yang diambil dari cerita Ramayana. Adapun Beksan Wira Pertiwi adalah tari diciptakan oleh seniman Indonesia Bagong Kussudiardjo, tarian ini diajarkan langsung oleh menantunya Ruli (istri Butet Kertaradjasa) kepada seluruh Kagama Beksan hingga yang ada di Jabodetabek.
Saat ini Kagama Beksan memiliki 18 cabang yang beranggotakan total 800 peserta di seluruh Indonesia. Kagama Beksan Kabupaten Sleman dan Yogyakarta sendiri baru terbentuk pada Juni 2019 dan tergabung menjadi satu jadwal latihan yaitu di FKG UGM setiap Minggu pukul 09.00 WIB dan didukung langsung oleh Pusat Latihan Tari (PLT) Bagong Kussudiardjo.
Kagama Beksan tidak hanya membawakan Tari Wanara dan Tari Wira Pertiwi tetapi juga membawakan tari-tari tradisional lainnya. Maka dari itu, Dian berharap ke depannya semoga Kagama Beksan bisa muncul di berbagai daerah di Indonesia.(Rep Anis)


