Ngaglik – Media hidup tanaman adalah tanah. Media yang baik tanah dan pupuk yang memenuhi kebutuhan tanaman.
“Tanah harus kita upayakan yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah di bawah pohon bambu adalah media tanam yang baik. Karena pohon bambu tak pernah terkena penyakit, di bawah pohon bambu ada mikroorganisme yang membantu tanaman. Jika mikroorganisme tidak seimbang, hasilnya jadi kurang baik. Karena itu jangan pakai bahan organik di polybag karena akan kebanyakan unsur dan jadi panas dan mati,” ujar Haryanto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngaglik saat memberi penyuluhan kepada warga Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Jumat (15/11/2019).
Dijelaskan Haryanto, media tanam yang baik minimal polybag ukuran 25 cm, lebih bagus bila ukuran 30-35 cm. Kemudian, gunakan arang sekam yaitu dibuat arang yang dibakar tapi tidak sampai hangus seperti arang untuk memanggang sate.
Arangnya lebih bagus dari bahan tempurung dan ruas bambu untuk menambah unsur Kalium. Serbuk gergaji juga bisa digunakan tapi harus difermentasikan dulu dengan air cucian beras, terasi, dan efektif mikroorganisme atau bakteri pengurai.
Efektif mikroorganisme bisa dibuat sendiri dengan ember cat ukuran 25 kg. Gunakan limbah rumah tangga berupa air cucian beras ditambahi tetes tebu 500 ml, lalu diberi leri. Kemudian tambahkan terasi seukuran kecil yang biasa dijual eceran sebanyak 4 potong. Rendam selama dua minggu, mikroorganisme sudah bisa untuk dicampur air dan digunakan untuk pupuk.
Dalam menanam juga harus bisa memprediksi, jenis hortikultura memerlukan 70% sinar matahari, sedangkan tanaman dengan produksi daun seperti sawi dan selada memerlukan 40% sinar.(KIM Ngaglik/Endarwati)


