Gamping – Gelar budaya dalam rangka Merti Bumi Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun di pelataran Westlake Resto, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (1/12/2019). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan belasan pasukan bregada yang ada di Desa Trihanggo.
Turut hadir saat pembukaan gelar budaya, utusan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Syahbenol Hasibuan, Wadanramil 17/Gamping, Kapten (Inf) Kusno, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono beserta perangkatnya, termasuk Kepala Padukuhan Salakan, Suyana.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman menuturkan bahwa merti bumi ditujukan untuk melestarikan budaya dan sebagai bentuk wujud syukur atas hasil bumi masyarakat, khususnya warga Padukuhan Salakan.
“Selain itu merti bumi juga bertujuan untuk melakukan ‘Memayu Hayuning Bawono’ merupakan nilai luhur tentang kehidupan kebudayaan Jawa, jika diartikan dalam Bahasa Indonesia artinya membuat kehidupan sesama menjadi sejahtera dunia dan akherat. Memperindah keindahan dunia adalah kewajiban bersama. Ukuran keindahan dunia tidak hanya dari standar fisik saja namun di atas itu adalah standar etika yang merupakan tugas sebagai manusia berbudaya,” tutur Hj. Sri Muslimatun di hadapan peserta kirab.
Sementara Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono mengatakan, kegiatan rutin ini diikuti sejumlah bregada dari wilayah Desa Trihanggo maupun dari luar wilayah Desa Trihanggo yang melakukan kirab budaya dari halaman Westlake Resto menuju Masjid Al-Mukarom Salakan.
“Seluruh prosesi merti bumi menampilkan budaya yang melekat pada masyarakat. Budaya merupakan salah satu media Yang efektif untuk memuat konten yang berisi tata nilai sehingga kita memilih pelestarian budaya masyarakat guna memasukkan pesan moral, bahkan program pemerintah sekalipun kepada masyarakat,” kata Herman Budi bersemangat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)


