Lomba Sesorah Tanamkan Kecintaan Berbahasa Jawa

Sleman – Sebagai upaya untuk menanamkan kecintaan dan melestarikan bahasa Jawa, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan lomba sesorah tingkat umum di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (3/12/2019).

Sesorah sendiri menurut Jatirahayu dalam buku Kaloka Basa (2010) dalam bahasa Indonesia berarti pidato, yaitu mengemukakan gagasan dengan lisan di depan orang banyak. Sesorah juga dapat disebut sebagai medharsabda, medhar artinya menjelaskan, sabda artinya ucapan.

Kepala Seksi Sejarah, Nilai, dan Tradisi Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Anas Mubakir mengatakan, lomba sesorah ini merupakan program kegiatan dari bahasa dan sastra yang menggunakan anggaran dana keistimewaan. Kegiatan lomba sesorah diadakan di setiap tahun, dimana pada tahun ini mengangkat tema sejarah dan peristiwa yang ada di lokal (sekitar) seperti upacara adat Kabupaten Sleman, memberikan nasihat di acara pernikahan Jawa yang dikaitkan dengan simbol-simbol, dan upacara jadi, baik itu upacara jadi dusun, desa, kecamatan, maupun kabupaten.

Pihak-pihak yang berpartisipasi dalam lomba sesorah tingkat umum ini berjumlah 20 orang dan berasal dari beberapa kecamatan dan instansi yang ada di Kabupaten Sleman.

“Hanya 20 orang tetapi dilihat secara kualitas lebih baik dibandingkan tahun kemarin terutama yang muda-muda itu tadi bagus-bagus,” ungkap Anas saat diwawancarai di sela-sela acara.

Anas Mubakir menambahkan, kegiatan perlombaan ini akan ada kelanjutannya artinya yang menjadi juara 1-5 akan dikirim untuk dipertandingkan kembali di tingkat Provinsi. Di akhir wawancara, ia pun berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya melestarikan bahasa dan sastra.

“Pelestarian bahasa Jawa di Jogja yang istimewa ini tidak akan punah karena di setiap tahunnya akan diadakan terus-menerus,” tutupnya. (Rep Bilal)

image_pdfimage_print
Bagikan: