KPU RI Apresiasi Badan Ad-Hoc Pemilu 2019 di Sleman

Gamping – Dalam rangka mengapresiasi Badan Ad-Hoc Penyelenggara Pemilihan Umum Serentak tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia melalui KPU Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan pemberian piagam penghargaan yang digelar di Ballroom The Alana Hotel and Convention Center, Yogyakarta, Kamis (5/12/2019).

Acara yang dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi mengundang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Ketertiban Tempat Pemungutan Suara se-Kabupaten Sleman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris KPU Kabupaten Sleman, Muhammad Hasyim, dan Komisioner KPU Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari, Aswino Wardhana, Noor Aan Muhlishoh, Ahmad Baehaqi, beserta jajarannya.

Selain pemberian apresiasi terhadap seluruh Badan Ad-Hoc pemilu serentak 2019, peserta giat juga menyimak paparan presentasi tentang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 23 September 2020 mendatang yang dibawakan oleh Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU kabupaten Sleman, Aswino Wardhana.

“Maskot Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Sleman tahun 2020 sudah ditetapkan, yaitu boneka petani salak sleman berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Boneka perempuan diberi nama Yu Sal sedangkan boneka laki-laki dinamai Kang man yang keduanya mengenakan kain batik khas sleman yaitu Sinom Parijotho Salak,” tutur Aswino.

Komisioner asal Kalasan ini menambahkan, Pilbup 2020 juga dilakukan serentak di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah yang menyelenggarakan pemilihan.

Di penghujung acara, Ketua Divisi Program dan Data KPU Sleman, Indah Sri Wulandari meminta kepada seluruh Badan Ad-Hoc untuk menuliskan pengalamannya dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019 lalu.

“Tolong dituliskan hal-hal yang terjadi sesuai dengan format narasi yang sudah kami kirimkan bersama dengan surat undangan. Setelah semuanya terkumpul, KPU Sleman akan menjadikannya dalam sebuah buku agar peristiwa luar biasa yang dialami bapak ibu semuanya agar bisa diketahui orang lain sebagai prasasti intelektual yang dapat diwariskan kepada anak cucu nantinya,” ungkap Indah dihadapan para pejuang demokrasi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: