Gamping – Rangkaian Krida Merti Bumi Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman diakhiri dengan pagelaran wayang kulit yang mengusung lakon ‘Edan Sido Lamong’ bersama Dalang Ki Sancoko didampingi seniman Mbok Beruk dan Dalijo yang dihelat di halaman warga Rt 02 Rw 26 Salakan, Sabtu (7/12/2019).
Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai, dilakukan prosesi pengalungan bunga ‘Sugeng Rawuh’ kepada tamu kehormatan dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Gusti Bendara Pangeran Haryo H. Prabu Kusumo, Gusti Bendara Pangeran Haryo H. Yudhaningrat, serta kerabat Puro Pakualaman sekaligus Pengageng Kabudayan Puro Pakualaman, Kanjeng Pangeran Haryo H. Kusumo Parastho.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan pencanangan Desa Budaya Gapura Mataram di Padukuhan Salakan oleh Gusti Pabu dan Gusti Yudho serta pemberian pin Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada 8 orang tokoh masyarakat setempat yang di dalamnya terdapat aksara jawa ‘Ha’ dan ‘Ba’ merupakan singkatan dari gelar Sultan yang bertahta di Keraton Yogyakarta bermakna gelar penuh dengan harapan luhur agar mampu melindungi, membela, serta mewujudkan kemakmuran rakyat. Dilanjutkan pemanjatan doa yang dipimpin Kanjeng Raden Tumenggung Rekso Projo alias KH. Abdul Muhaimin.
Turut hadir dalam pagelaran wayang kulit, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono didampingi Kepala Padukuhan Salakan, Suyono, segenap perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa Trihanggo, Karang Taruna, Tokoh Agama, serta Tokoh Masyarakat.
Dalam pesannya Kepala Desa Trihanggo mengatakan nilai filosofi, etika, estetika yang terkandung didalam pertunjukan wayang kulit memuat ajaran budi pekerti yang menyiratkan tentang moral dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat.
“Wayang memberikan gambaran lakon peri kehidupan manusia dengan masalahnya yang menyimpan nilai-nilai pandangan hidup dalam mengatasi segala tantangan dan kesulitan. Melalui wayang, orang memperoleh cakrawala baru, pandangan, dan sikap hidup umat manusia dalam menentukan kebijakan mengatasi tantangan hidupnya,” kata Pramono. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)


