Upaya Ngaglik Turunkan Angka Kemiskinan

Ngaglik – Angka kemiskinan Kecamatan Ngaglik di tahun 2019 ini turun dari 6,1% menjadi 5,3%. Hal ini berkat dukungan berbagai pihak dari tingkat dusun, desa, pun kecamatan sendiri. Hal ini diungkap Camat Ngaglik, Subagya saat menerima kunjungan Tim Evaluasi TPK Award, Selasa (10/12/2019) di Kantor Kecamatan Ngaglik.

Subagya membeberkan keberhasilan ini tak lain berkat gerakan baru dalam penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Kecamatan Ngaglik.

“WKSBM ini sebagai wahana untuk koordinasi dan sinkronisasi program di lapangan dan dengan digerakkan WKSBM ini ternyata masyarakat menyambut baik dan sangat positif,” beber Subagya.

Tak hanya itu, diakuinya MUI Kecamatan Ngaglik pun punya peran di sini, seperti memotivasi organisasi masyarakat Islam bahkan takmir masjid agar memanfaatkan dana yang ada untuk   kepentingan lingkungan masyarakat sekitar masjid.

Ditambahkan Kriswanto, Kepala Baznas Sleman, di Kecamatan Ngaglik juga sudah berdiri UPZ dari Baznas Sleman dan nantinya akan mendirikan Z Mart di Masjid Baiturrahman Klidon untuk tempat belanja para penerima manfaat dengan kartu atau voucher belanja.

“Itu semua tidak lain untuk membantu masyarakat yang berhak menerima dan ke depan diharapkan bisa mengurangi angka kemiskinan di Kecamatan Ngaglik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, yang hadir dalam evaluasi berpesan agar bantuan kemiskinan dalam bentuk apapun baik itu dana langsung atau program-program dapat tepat sasaran.

“Data masyarakat miskin ini harus valid jangan sampai tidak kena sasaran utamanya bantuan untuk kemiskinan sehingga harapannya penurunan angka kemiskinan bisa dilaksanakan dengan baik,” tukasnya. (KIM Ngaglik/Srp)

image_pdfimage_print
Bagikan: