Pugasa Berikan Pelatihan Pelayanan Prima Petugasnya

Gamping – Dalam rangka perbaikan dan peningkatan soft skill petugas pelayanan kesehatan, sesuai dengan slogan yang dimilikinya ‘Bersama Kami Menuju Sehat’, Puskesmas Gamping I (Pugasa) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pelayanan Prima bagi seluruh karyawannya yang dihelat di Atrium Hotel & Resort Sleman, Sabtu (14/12/2019).

Workshop yang diikuti 52 karyawan ini dibuka oleh Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Isah Listiyani, sekaligus melakukan soft launching Aplikasi Sijempol (Sistem Informasi Jaringan Elektronik Melalui Perijinan Online) Plus, berguna untuk mempercepat pendaftaran pasien sehingga mengurangi antrian di Puskesmas.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Puskesmas Gamping I mengutarakan bahwa kegiatan pelatihan pelayanan prima ini memiliki tujuan umum meningkatkan mutu dan kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan prima pada pasien. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan mutu pelayanan petugas, meningkatkan kompetensi petugas dalam menerapkan pelayanan prima, dan menindaklanjuti keluhan pelanggan terhadap petugas.

Materi pelatihan pertama disampaikan Lusy Laksita dipandu dr. Zahra Fristi yang mengupas banyak hal berkaitan dengan prinsip pelayanan prima sebagai pelayan masyarakat. Menurut Lusy, dalam melayani pasien diperlukan first impression, yaitu empati, memahami orang lain, membuat orang lain jadi istimewa, menjadi pendengar yang baik, ucapan, pertolongan, kerapian, dan sikap tubuh yang baik, sehingga memberikan kesan mendalam yang baik bagi pasien.

“Terdapat etiket melayani konsumen dengan benar, diantaranya menyapa dan memberi salam, memanggil dengan sopan, menawarkan bantuan, memberikan informasi yang tepat dan benar, memandang ke konsumen, menjadi pendengar yang baik, serta ucapkan terima kasih untuk mengakhiri pelayanan,” ungkap Lusy bersemangat.

Di sesi kedua, Nur Wahyudin Al-Aziz membeberkan beberapa kategori keluhan pelanggan, yaitu berkaitan dengan sikap petugas, fungsi peralatan, kelengkapan pelayanan, tanggung jawab pelayanan, dan pelayanan tidak wajar.

“Apabila menjumpai pasien dengan keluhannya, sebagai petugas dalam mengatasi keluhan harus tidak mudah terpancing emosi, tidak perlu mengobral janji, bersikap tenang dan sabar, memberikan pengakuan secara tulus dan jujur apa adanya, serta segera dialihkan pada orang lain jika tidak dapat mengatasi,” kata Aziz dengan gaya humornya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec. Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: