Anggota Dewan Terpilih Diharap Lebih Pro Rakyat

Sleman – Paguyuban Dukuh se-Kabupaten Sleman ‘Cokro Pamungkas’ menaruh harapan besar bagi anggota DPRD Kabupaten Sleman terpilih. Salah satunya agar lebih amanah dalam bertugas dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan partai pengusung.

Harapan tersebut diutarakan Ketua Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman ‘Cokro Pamungkas’ Sukiman, ketika dimintai tanggapan terkait dilantiknya anggota dewan periode 2009-2014, Selasa (12/8). Selain itu, anggota dewan terbaru juga lebih aspiratif serta proaktif dalam menjaring masukan dari masyarakat. Selain itu, mereka juga tetap mau terjun ke lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, seperti dalam masa kampanye dulu.

“Dengan turun langsung ke masyarakat, mereka jadi tahu betul permasalahan yang sedang dihadapi rakyatnya seperti apa. Hal ini tentu akan memudahkan mereka dalam membuat kebijakan di masing-masing komisi sesuai tempat mereka bertugas nanti,” kata Sukiman.

Apalagi anggota DPRD Sleman terpilih sekarang ini didominasi usia muda, sehingga masyarakat berharap menaruh harapan lebih. Usia muda memberikan kesempatan bagi mereka untuk melayani masyarakat lebih baik. Sebab di usia yang muda mereka bisa lebih maksimal dalam bekerja. Usia muda juga identik dengan semangat dan pemikiran kritis.

Sukiman tidak khawatir usia muda, akan menghambat kinerja terutama dalam proses penyusunan Raperda. “Memang sebagian besar dari mereka masing minim pengalaman. Namun dengan terus belajar, kami yakin mereka bisa lebih aspiratif. Selain itu juga lebih memahami permasalahan terkini,” jelasnya.

Ketika disinggung permasalah di Sleman yang mendesak dapat perhatian dari anggota dewan, menurut Sukiman perihal kebijakan-kebijakan dan pelayanan yang berhubungan langsung ke masyarakat. Selain itu soal pertanahan dan perizinan juga tetap harus mendapat perhatian.

“Harus ada sinergi antara anggota dewan dengan Pemda. Jangan sampai aturan yang dibuat justru membingungan masyarakat. Salah satunya dengan aturan pertanahan di wilayah Sleman Barat yang sering dianggap sebagai kawasan hijau. Tapi kawasan hijau seperti apa perlu langkah lebih spesifik,” tegasnya.***

image_pdfimage_print
Bagikan: